[Blog Tour] Giveaway Cinderella Teeth

on Jumat, 25 Desember 2015





Waktunya giveaway !! Yeayy !
Kali ini saya akan membagikan dua novel Cinderella Teeth untuk dua orang yang beruntung. Simak rulesnya baik-baik ya :
1 Follow twitter @Rany_Dwi004 dan @penerbitharu
2 Like Fanpage Penerbit Haru
3 Follow blog ini via GFC dan Google+
4 Ajak teman-temanmu untuk ikutan giveaway ini dengan mention saya dan penerbit haru. Jangan lupa gunakan hastag #BlogTourCinderellaTeeth
5 Baca review novel Cinderella Teeth yang sudah saya posting sebelumnya disini dan berikan komentarmu. (Komentar harus relevan dengan isi review dan buku yang bersangkutan, jadi bukan sekadar “bukunya keren” atau “ih, covernya lucu” dan semacamnya.)

6 Jawab pertanyaan ini di kolom komentar :

“Punya phobia waktu kecil nggak? Semisal takut sama badut atau balon? Share cerita unik tentang phobia kamu ke aku dong!”

Cukup simple kan pertanyaannya. So, siapkan jawabanmu semenarik mungkin.

7 Tulis di kolom komentar postingan ini nama, akun twitter, nama kamu untuk follow GFC dan Google+ dan juga jawabanmu.
8 Giveaway ini berlangsung selama dua minggu. Dari tanggal 25 Desember sampai 8 Januari.
9 Pengumuman pemenang akan saya lakukan paling lambat 3 hari setelah giveaway berakhir via twitter dan blog ini.

10 Jika ada yang ingin ditanyakan tentang giveaway ini silakan menghubungi saya via twitter @Rany_Dwi004

Jadwal Blog Tour novel Cinderella Teeth :
 


14 Desember 2015       
Kak Diyah :http://perpuskentang.blogspot.my/2015/12/blogtour-cinderella-teeth.html

16 Desember 2015     
Kak April :http://duniakecilprili.blogspot.co.id/2015/12/blog-tour-giveaway-cinderella-teeth-by.html

18 Desember 2015     
Kak Nurina : http://kendengpanali.blogspot.co.id/2015/12/blogtour-review-giveaway-cinderella.html

21 Desember 2015     
Kak Etika : https://tikikabum.wordpress.com/2015/12/22/cinderella-teeth-blogtourgiveaway/

23 Desember 2015          
Kak Fitra : http://www.mydreamlandstories.blogspot.co.id/2015/12/blog-tour-giveaway-cinderella-teeth.html

25 Desember 2015        
Kak Rany :http://mizukeume.blogspot.co.id/2015/12/blog-tour-giveaway-cinderella-teeth.html   (Kalian ada disini sekarang)

28 Desember 2015
Kak Ken Astri : http://justsavemywords.wordpress.com/
 

37 komentar:

  1. Nama : Aulia Resky
    Twitter : @AuliaaRez
    Nama untuk follow blog ini : Aulia Resky // rezaahmad524@gmail.com

    “Punya phobia waktu kecil nggak? Semisal takut sama badut atau balon? Share cerita unik tentang phobia kamu ke aku dong!”

    Phobia? Punya tapi bukan waktu kecil aja tapi sampai sekarang-_-. Aku phobia banget sama serabut kelapa dan hewan yang hobinya loncat, kodok. Waktu kecil setiap ngeliat mamah ngupas kelapa terus ada kaya serabut yang warna coklat gitu pasti aku lari sambil jerit-jerit "Mamah motong kepala orang, mamah motong kepala orang" soalnya aku kira serabut itu rambut orang terus setiap aku di lemparin pasti langsung teriak-teriak ga jelas. Setiap di ceritain mamah aku pasti ketawa soalnya ga nyangka ketakutan aku dengan serabut kelapa bener-bener absurd 😩 kayaknya aku harus di rukiyah deh:3 eh tapi udah gatakut sih ehehe:3 nah kalau phobia sama hewan yang kecil, berlendir dan loncat-loncat itu belum dapat di hilangkan walaupun udah di hipnotis sama guru agar nggak takut. Dari kecil kalau ngeliat kodok loncat-loncat dalam radius 100 meter, pasti aku udah ngeluyur masuk rumah terus ngumpet. Kalau lagi di luar pasti langsung lari dengan kecepatan cahaya dan berseriosa dengan merdu (teriakan maksudnya).

    Pernah ada satu kejadian yang menurutku ga bisa di lupakan. Lagi itu aku pernah di tembak cowok, untungnya ga mati. Eehh maksudnya tembak masalah cinta. Awalnya aku mau terima karena dia baik sampai dia ngasih aku kado dan bunga. Nah di dalamnya bukan cincin atau kalung yang indah seperti di dalam imajinasiku. Ternyata isinya kodok dan aku langsung ngelempar dan menangis histeris, padahal aku kelas 1 SMA:3. Nah dia bilang kodok itu idenya temen aku biar ada kesan katanya. Dalam hati aku merutuki, 'Kesan apanya kmvrt, hampir jantungan coeg' dan akhirnya aku menolaknya secara mentah-mentah akibat insiden kodok itu. Dan urusan temanku, akhirnya aku marah padanya. Ngambek. Dan karena insiden ini aku gamasuk seminggu karena sakit panas tinggi yang tak kunjung mereda-_- setelah itu aku malah di hipnotis sama guru, di berikan sugesti agar tak takut kodok lagi. Tapi hasilnya nihil, aku tetap teriak dan berlari secepat cahaya:v sekian, arigatou gozaimasu...

    BalasHapus
  2. Nama: Firdha Amelia
    Akun twitter: @Firdhamelia_
    Nama untuk follow: firdhajeno24gmail.com (lewat GFC gagal terus kak(;Ο‰;)
    “Punya phobia waktu kecil nggak? Semisal takut sama badut atau balon? Share cerita unik tentang phobia kamu ke aku dong!”
    Jawaban:
    Dari kecil sampe sekarang, aku punya trypophobia, ketakutan akan lubang-lubang kecil yang banyak. Hiii, nulis ini aja bikin merinding. Kejadiannya sih baru aku alami pas aku masuk SMP. Temen-temen cowok tau kalo aku jijik sama hal yang begituan, mereka suka ngerjain aku. Ngirim gambar tangan yang bolong-bolong gitu ke flashdisk aku, nayangin di infocus, nyelipin di buku, parah banget deh pokoknya. Aku suka reflek ngejerit, terus badanku jadi gatel-gatel gitu. Bukannya hilang, phobia ini justru makin parah. Liat lubang-lubang di speaker aja sekarang aku ga kuat T_T

    BalasHapus
  3. nama: Ten
    twitter: @ten_alten
    GFC: Ten Akatsuki
    Google+: Ten Akatsuki
    jawaban:
    “Punya phobia waktu kecil nggak? Semisal takut sama badut atau balon? Share cerita unik tentang phobia kamu ke aku dong!”

    aku nulis ini sambil lap air mata kalo inget awal mulanya. ;~;

    entah apa namanya, aku nggak tau.. tapi yang pasti aku nggak suka dan takut banget sama ulat dan sodara-sodaranya. T_T

    awalnya aku emang nggak suka sama ulat, tapi biasa aja, cuma geli doang. tapi yang awalnya cuma geli, sekarang rasanya bisa bikin aku gila.. T^T

    dulu waktu kelas 6SD, depan kelasku itu kantor guru, di antara kelasku dan kantor guru itu ata sepetak taman kecil yang isinya bunga-bunga dan pohon. ada satu pohon entah apa namanya, tumbuh di sana dan berhadapan persis dengan pintu kelas. pohon itu banyak ulatnya, ulat keket yang ijo-ijo--aaaarrrrgh!! >,< *gigit guling*

    suatu hari, setelah jam pulang sekolah, ada waktu ishoma sebelum jam tambahan untuk persiapan ujian. nah, setelah sholat dan makan siang, entah siapa yang mulai dan entah gimana, tiba-tiba anak-anak cowok pada main lempar-lemparan itu ulat ke dalem kelas. terjadilah hujan ulat keket di dalam kelas. dan kejadian itu betul-betul mimpi buruk yang mengerikan.. QAQ

    ulat-ulat itu bertebaran di mana-mana; meja, tas, kursi, bahkan ada yang nemplok di salah satu temanku yang kemudian dia langsung berteriak histeris. ada juga ulat yang keinjek. >X *noooooooo~!!*

    aku yang syok cuma duduk diem di bangku depan sendiri, semakin ngeri ketika ada yang 'pluk' jatuh tepat di mejaku, di depanku, seakan dia menatapku dengan pandangan 'hai'. rasanya duniaku berhenti seketika. entah gimana, kakiku udah bawa aku lari ke toilet. aku nangis kemudian beberapa kali membasuh muka. TT^TT

    semenjak kejadian itu, aku jadi kurang begitu suka sayur. kalau makan sayur betul-betul diteliti, jangan sampai ada. sekecil apapun dia, entah kenapa matakuselalu bisa nemuin (bahkan ketika kecil nemplok di baju seperti benang wol nempel, aku tau kalau itu dia), lagi gelantungan di pohon juga aku liat, bahkan ketika aku lagi jalan, dan dia nyebrang di depanku pun mataku langsung ngeh. dan itu menyebalkan sekaligus mengerikan.
    kalo melihat mereka, aku reflek teriak minta siapapun buat buang mereka, atau reflek lari, kabur dari mereka. mereka itu bikin aku merinding dan sampe nangis, bahkan napas tercekat sampe badan ikutan gatel (kalo mereka ada banyak). ;A;

    BalasHapus
  4. Nama: Ayu andira
    Twitter: @ayu_andirhaa
    Google+: Ayu andira

    Jawab:

    Waktu kecil aku punya fobia terhadap air. Bisa kakak bayangkan, kita mandi menggunakan air, minum dengan air, bahkan sebagian tubuh kita mengandung hidrogen (air). Lalu aku punya ketakutan dengan air.
    Ya, itu adalah masa-masa sulit yang pernah kulalui.

    Berawal saat aku berusia 5 tahun, saat itu aku susah makan dan tidak punya nafsu untuk makan. Sampai ibuku lelah dan tidak bisa menahan emosinya. Beliau menyeretku ke samping penampungan air, kemudian mengguyurku dengan air tanpa henti. Saat itu aku menangis, kerena sesak kesulitan bernapas. Hingga ibuku berhenti setelah aku memohon dan akan selalu menurut untuk makan.

    Setelah kejadian itu, aku banyak mengalami mimpi buruk dan takut terhadap air. Melihat laut juga sangat membuatku takut. Sampai sekarang, Aku tidak akan pernah bisa berenang. Aku juga tidak bisa banyak minum air. Bila aku paksakan minum air, aku malah muntah. Di bawah kesadaran atau tanpa kesadaran, hingga sekarang aku sulit minum air. Padahal air sangat penting untuk tubuh. Tapi aku merasa lebih baik dari pada yang dulu. Sekarang banyak tips sehat yang bisa kita dapatkan di internet. Jadi, semua kujalani dengan santai. :)

    BalasHapus
  5. Nama : Naning Pratiwi
    Twitter : @chelseas_lovers
    Nama untuk follow blog ini : Naning Pratiwi

    Arhh.. Aku nggak punya phobia kak :D :D :'( :'(

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Nama : Mira Amelia
    Twitter : @blckkx
    Nama untuk follow blog ini : Mira Amelia / miraamelia95@gmail.com

    “Punya phobia waktu kecil nggak? Semisal takut sama badut atau balon? Share cerita unik tentang phobia kamu ke aku dong!”

    Punya, phobia baloooonnn ! nggak elit banget ih :'v

    Kejadiannya itu bermula pas :

    pertama, waktu kecil kan ulang tahun itu suka dirayain "not me", kan aku punya temen tuh, diundanglah kerumah temennya, kan kalau ulang tahun tuh suka banyak balon, entah kenapa aku langsung takut liat tu balon, kan banyak yahh, gimana kalau tiba-tiba meledak? "Duuaaaa" copot jantung ane... Aku langsung ngacir dari ntu rumah, dari sanalah aku nggak mau datang ke acara ulang tahun lagi! kenapa? karna dipikiranku pasti disana BANYAK BALON!

    kedua, temen temen kan pada tahu tuh gue takut balon, eh malah dikerjain, kalian tahu gimana rasanya dikerjain sama benda yang paling lo takutin? kzl banget, untung aku cuman nagis doang nggak sampe pingsang, :'v

    ketiga, kalian liat kalau anak-anak megang balon gimana? linu liatnya! lebih serem dari film saw mnen....

    entah apa penyebabnya, tapi yang aku rasain waktu liat balon itu mendadak apa yah basa indonesianya "molenang" dan siap meledak "duuuaarrrr" kan kaget jantung ane :'D
    Dari sanalah gue tanyain ke om tercinta, google, apa emang ada penyakit kayak gitu? eh ternyata dia jawab, bukan cuman aku ajahh.... untung untung, kirain gue aja, berasa jadi makhluk paling aneh dimuka bumi ini,

    itulah cerita saya, bagaimana cerita kalian? :D

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Nama : Nina denisa aryani
    Nama Twitter :@Ninadenisa12
    Nama untuk follow :Ninadenisa1 /Ninadenisa1@gmail.com
    "Punya phobia gak waktu kecil"?

    Iya q punya jujur asal kalian tau q takut sama kuning telur karna bau nya itu yang buat q takut padahal.kata dokter kuning terlur tu sehat semisal q lagi makan telor kuningnya q pinggirin atau q buang suatu hari saat q ktmu dokter q bercerita tentang phobia tu dan q jelaskan wktu q pulang kampung dimobil q lgi makan telor rebus saat q makan kuning telur tu kepala q seperti mabok dan q dstu muntah kan kuning telur yg q makan semejak tu q ga suka banget atau takut kalo dipaksa makan kuning telur
    Dan dokter menceritakan isi kandungan kuning telor memang sehari seengganya kita makan 2 butir telor dan tdk boleh berlebihan krna yg berlebihan tu tdk bagus semejak tu kalo q ketemu kuning telor sampain skrg q paksakan makan krna nilai gizinya bagus buat tubuh kita


    Sekarang q bisa mengajarkan adik q jika makan jngn selalu memilih2 karma apa yg ibu kita masak adalah buat gizi tub7h kita dan jngn lupa kalo makan telur hrus dihabis kan jngn putih atau kuningnya saja tuhan menciptakan segala sesuatu pasti ada makna dan manfaatnya juga
    Terimakasih

    BalasHapus
  12. Nama : Riska Casassi
    Twitter : @riska_rpa
    Nama untuk follow : Riska Casassi

    “Punya phobia waktu kecil nggak? Semisal takut sama badut atau balon? Share cerita unik tentang phobia kamu ke aku dong!”

    Punya Phobia Kucing. Hehe, padahal kebanyakan orang sayang banget sama hewan ini. Bahkan Nabi Muhammad pun menyayangi hewan ini. Tapi entah kenapa, aku malah phobia.

    Jadi dulu waktu kecil, sahabatku sayang banget sama kucing. Dielus-elus, dicium, dipeluk. Aku melihatnya merasa geli-geli gimana gitu.
    Pernah suatu hari, aku lagi naik sepeda. Dia mengejarku dan ingin menempelkan kucingnya ke tubuhku. Sontak kaget dan langsung menjatuhkan diri bersama sepeda. Lalu lari terbirit-birit masuk rumah. Sementara sepeda yang jatuh tadi kubiarkan tergeletak di pinggir jalan. Sahabatku yang memegang kucing malah tertawa terbahak-bahak melihatku ketakutan. -_-
    Sampai sekarang, aku masih takut dengan kucing. Kalau mau menakutiku, cukup beri kucing di hadapanku, maka langsung loncat dan buru-buru lari deh akunya.
    Meski terkadang ingin sekali mengelus bulu lembutnya. Ah, kalau terlalu dekat juga kadang bersin-bersin.

    BalasHapus
  13. Nama : Nina denisa aryani
    Nama Twitter :@Ninadenisa12
    Nama untuk follow :Ninadenisa1 /Ninadenisa1@gmail.com
    "Punya phobia gak waktu kecil"?

    Iya q punya jujur asal kalian tau q takut sama kuning telur karna bau nya itu yang buat q takut padahal.kata dokter kuning terlur tu sehat semisal q lagi makan telor kuningnya q pinggirin atau q buang suatu hari saat q ktmu dokter q bercerita tentang phobia tu dan q jelaskan wktu q pulang kampung dimobil q lgi makan telor rebus saat q makan kuning telur tu kepala q seperti mabok dan q dstu muntah kan kuning telur yg q makan semejak tu q ga suka banget atau takut kalo dipaksa makan kuning telur
    Dan dokter menceritakan isi kandungan kuning telor memang sehari seengganya kita makan 2 butir telor dan tdk boleh berlebihan krna yg berlebihan tu tdk bagus semejak tu kalo q ketemu kuning telor sampain skrg q paksakan makan krna nilai gizinya bagus buat tubuh kita


    Sekarang q bisa mengajarkan adik q jika makan jngn selalu memilih2 karma apa yg ibu kita masak adalah buat gizi tub7h kita dan jngn lupa kalo makan telur hrus dihabis kan jngn putih atau kuningnya saja tuhan menciptakan segala sesuatu pasti ada makna dan manfaatnya juga
    Terimakasih

    BalasHapus
  14. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Follow GFC : Veny Prasetyowati

    Phobiaku cukup umum sih, phobia sama binatang ular. Awalnya cuma punya ketakutan yang biasa aja, tapi setelah pas SD aku ngeliat ada ular nyasar di kolong ranjang kamar ortuku (sampai sekarang juga masih heran ngapain itu ular sampai nyasar di kolong ranjang ??) ketakutan itu berubah jadi phobia. Cuma lihat gambar ular di TV atau majalah aja badanku udah menggeliat sendiri karena campuran geli, takut, ngeri dsb
    Oiya, sekarang phobiaku jadi berkembang, yang awalnya cuma takut sama ular aja, sekarang jadi males kalau ketemu semua binatang yang melata, merambat dan bertubuh licin -_-

    BalasHapus
  15. Nama : Rigita Cahyani
    Twitter : @Rigita2110
    Google+ : Rigita Cahyani/crigita07@gmail.com

    Phobia waktu kecil aku itu sama ketinggian. Aku juga gk tahu penyebabnya apa, lupa deh. Seingatku sh dulu pas aku lg manjat di pohon diajak temen2 aku, aku gk bisa manjat gara2 takut licin. Aku dibantu sama temen aku dan akhirnya bisa. Aku dgn pedenya manjat sampe atas, nggk smpe pucuk. Pas duduk di dahan pohon tanganku licin dan hampir jatuh. Untung aja gk jatuh beneran. Aku takut bgt waktu itu, hampir nangis. Aku gk berani turun krna takut jatuh dan untuk kedua kali aku dibantu temen. Sampe sekarang aku takut sama ketinggian, sekalipun ketinggiannya gk sampe 1 m. Manjat aja kaki aku udah gemetaran, manjat sama turun dr ketinggian itu.... mimpi buruk.

    BalasHapus
  16. Nama: Putri Prama Ananta
    Twitter: @putripramaa
    Nama follow: Putri Prama
    Sewaktu aku kecil, aku tuh takut sama mesin penggiling padi. Dulu aku menyebutnya 'detdetdet'. Seingatku, ketika aku sudah mendengar suara mesinnya yang menyerupai 'det det det' itu, aku langsung ngacir ke lorong antara rumahku dan nenekku. Aku bakal sembunyi di sana sampai suaranya nggak terdengar lagi. Saat kutanya ibuku kenapa aku bisa takut dengan mesin penggiling padi itu, ibuku bilang, "nggak tahu. Kamu takut aja kalau ada mesin penggiling padi itu." Dan itu jadi misteri hingga sekarang. :3
    Alhamdulillah, sekarang aku udah nggak takut lagi sama mesin penggiling padi itu. Lagipula, konyol juga sih kalau diingat-ingat, gimana ceritanya tuh bisa takut dengan mesin penggiling padi? Aku logikain juga aku nggak tahu alasan kenapa aku bisa takut.
    Sebenarnya, aku juga takut dengan ketinggian. Tapi, ini baru terasa saat SMP, sih. Karena pertanyaannya phobia saat kecil, yaudah kuberitahu phobiaku yang agak tolol di atas xD

    BalasHapus
  17. Nama: ayyu
    Twitter: ayyu2124
    Follow G+ : ayyu rahmadya


    Phobia waktu kecil.?? Kalo ngomongin waktu kecil aku itu paling phobia sama yang namanya anak kucing, gg tau kenapa takut aja gitu. Beda sama sebagian anak kecil lain yang kalo liat anak kucing bawaannya pasti langsung pengen ngambil dan ngelus" lah aku baru liat dari kejauhan aja udah ngacir lari ketakutan.
    Masih inget banget waktu itu aku lagi main lompat tali sama temen-temen. Eh tiba-tiba ada dua anak laki-laki yang dateng (salah satunya tetangga aku) dengan jailnya dia lempar anak kucing itu kearah kita dan yang lebih apeus nya lagi itu anak kucing mendarat tepat kena kaki aku yang otomatis langsung jerit-jerit sampe nangis. Dan entah ini ada hubungannya atau ngga sama kejadian itu, besoknya aku sakit :D mungkin karena shock berat kali yaah *lebay* tapi untungnya sekarang udah gg terlalu takut.

    BalasHapus
  18. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Follow blog: Aya Murning (GFC)

    Jawaban:

    Waktu kecil aku phobia sama laki-laki yang punya godek alias brewok yang tebal dan penuh. :D

    Dulu ada seorang bapak sudah beranak 3, tentangga sebelah rumah (sekarang sudah almarhum) yang sering godain aku buat main sama aku. Biasalah bapak-bapak kan suka main-main gitu sama anak kecil yang lucu nan imut kayak aku #uhuk. Sebenarnya aku sendiri nggak ingat persis bagaimana aku dulu takut sama beliau. Masih kecil banget, di bawah 4 tahun, sebelum aku masuk TK. Aku bahkan sudah agak lupa wajahnya bagaimana. Tapi, keluargaku dan istrinya sering cerita bahwa aku dulu penakut banget kalau ada si bapak itu.

    Nah, trik beliau dulu buat main sama aku ya harus pakai sogokan dulu. Ngasih aku cokelat sebatang baru aku mau digendong dan dicium sama beliau. Itu pun cuma mau sebentar, nggak mau lama-lama. Habis itu langsung kabur. Hahaha

    Yang orang lain heranin dari aku adalah... bapakku sendiri dulu punya godek juga. Lebat banget. Tapi aku justru takut sama si tetangga yang godeknya sama-sama lebat. Harusnya kan aku bisa terbiasa, entah kenapa kalau sama beliau malah takut. Padahal beliau orangnya baik, nggak pernah macem-macemin aku. Tapi ya namanya juga anak kecil ya, suka aneh dan picky banget.

    Hingga akhirnya beliau meninggal pun (I was 5 at that time) aku tetep takut buat main-main sama beliau. But I knew he was a very nice person. Just like his wife and his children. :)

    Dulu aja takut sama cowok-cowok brewokan, sekarang malah doyan sama cowok-cowok berbulu gitu. Kinda tickling gitu kan. Muahahaha :p

    BalasHapus
  19. Nama: Eka Sasining Putri
    Akun twitter: @cha_ichie
    Follow: Eka Sasie(GFC)(Google+)

    Waktu kecil dulu, saya benar-benar menjauhi sayur dan susu. Sampai sembelit akut, saya masih keras kepala tidak mau memakan sayur-mayur. Alhamdulillah, sekarang justru jadi pecinta susu dan sayur-sayuran.
    Yang paling menyedihkan, saya tidak bisa dan tidak mau makan ikan; segala macam ikan dan hewan yang dapat berenang. Sejak sekitar akhir masa SD saya, saya pernah mengalami trauma sehingga tidak pernah lagi memakan ikan sampai sekarang. Jadi sewaktu ada acara makan-makan, lauk utamanya lalapan ikan-ikanan, saya hanya bisa makan sambal dan sayur lalapnya saja.

    BalasHapus
  20. Nama : Meilina Istanti
    Twitter : @meic_chan
    GFC : Meilina Istanti
    Google+ : Meilina Istanti

    Phobia? Jelas dari dulu aku benci sama nyamuk. Nyamuk itu pembawa suasana buruk. Denger suaranya aja udah bikin pusing, pengin pergi sejauh-jauhnya. Pokoknya kalo ketemu nyamuk itu rasanya pengin gites :v

    BalasHapus
  21. Nama: NM Rayanti Sari Dewi
    Twitter: @biblionervosa
    Follow GFC dengan nama Iyagi Fiction Club
    Link share: https://twitter.com/biblionervosa/status/681779277042323456

    Waktu kecil, saya paling takut sama Bapak. Iya, ini bener gak salah tulis, kok. Saya takut sama Bapak, yang adalah bapak saya sendiri. Bapak saya seorang anggota TNI yang kumisan. Dalam seragam loreng, Bapak kelihatan seperti orang jahat di mata saya (maafkan putrimu ini, Bap! :(]
    Kalo Bapak nyium saya, saya pasti nangis histeris dan nyeka pipi saya--seolah-olah ciumannya bisa terhapus. Terus, kalo ngeliat Bapak dari jauh, saya pasti teriak dan lari ke Ibu, minta digendong. Begitulah. Hal itu berlangsung bertahun-tahun, sampai saya jadi anak te-ka, dan selalu minta diantar-jemput Bapak ^_^

    BalasHapus
  22. Nama : Dhea Ameliana
    Twitter : @jokyublacky
    Follow : Cho Ji In / Chojiin77@gmail.com

    Phobia waktu kecil? Ada, ada!
    Aku phobia kemoceng. Iya, kemoceng buat bersih-bersih debu itu. Hiii!
    Waktu itu rumah aku dekat dengan rumah kakaknya bunda (aku panggil ibu gitu). Jadi aku sering ‘dititip’ disana pas bunda sama ayah kerja. Iyalah, bunda tempat kerjanya jauh (guru honor), dan ayah kerja sampe ga pulang berminggu-minggu, jadi aku tinggal disana. Kemoceng di rumah itu engga satu. Tiga malah! Bulu nya panjang-panjang warna coklat-hitam lagi. ><
    Kak Yolan—sepupuku— itu sering banget pegang dua kemoceng sekaligus, disembunyiin di belakang tubuh. Kemudian aku dipanggil, otomatis noleh kan. Trus dia tiba-tiba keluarin itu kemoceng dua-duanya sambil digoyang-goyangin sambil bilang, “Hayo... sini....!”
    Hiiii! Kalo ingat aku jadi merinding.
    Sekarang engga phobia lagi. Tapi masi aja geli-geli gitu. Hahaha XD

    BalasHapus
  23. Nama : Saharani Indriyanti
    Twitter : @saharani01
    Nama untuk follow blog ini : Saharani Indriyanti // ranikurniawan26@gmail.com

    “Punya phobia waktu kecil nggak? Semisal takut sama badut atau balon? Share cerita unik tentang phobia kamu ke aku dong!”

    Aku phobia sama yang namanya K.E.C.O.A! Demi apapun aku takut banget sama makhluk yang satu itu ;u;)a
    Jadi kejadian waktu aku kecil (mungkin umur 5 tahunan) waktu itu dirumah lagi mati lampu dan pas aku lagi diruang makan tiba - iba ada yang nemplok ditangan *plok* dan waktu aku liat tangan langsung aja aku teriak trus kabur :'D
    Sumpah jijik banget sama kecoa. Bahkan aku bakal nangis kejer kalo dijijilin kecoa (entah itu masih hidup ataupun udah mati). Intinya makhluk satu itu adalah makhluk paling menjijikan dimuka bumi ini bagi aku :'D //lebay

    BalasHapus
  24. Nama: Athaya
    Aku twitter: @jeruknipisanget
    Nama untuk follow: Athaya irfan


    saya tidak pernah memiliki phobia pada apapun. HAnya saja saya punya rasa takut jika tidak memiliki buku di saat dalam perjalanan.

    Setiap kali nggak bawa buku apapun di tangan pasti gelisah dan melamun. Sering kali malah muncul pikiran aneh dan bisa menyimpang. Mungkin di dunia medis ada sebutannya, tapi pokoknya saya sebisa mungkin mempersiapkan buku yang akan di bawa kemana pun saya ingin pergi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. akun untuk foollow: Aya Love Expert

      Hapus
  25. Nama : Ayu Arista
    Twitter : @AyuArista16
    Akun follow : Ayu Arista
    Jawaban :

    “Punya phobia waktu kecil nggak? Semisal takut sama badut atau balon?"


    dulu sebelum TK aku pernah phobia sama boneka barbie yg ada musiknya trs bisa gerak kesana sini sendiri takut sampe naik kursi apalagi liat matanya yang kedip kedip sendiri.. hehe...
    tapi setelah TK trus main kerumah temen yg main sama barbienya biasa aja jadinya udah gk takut lagi..

    BalasHapus
  26. Nama : Natrila Femi
    Akun twitter : @natrilafemi
    Akun untuk GFC dan G+ : Natrila Femi

    Fobia ku ini cukup aneh dan nggak umum. Yaitu fobia sama rang lain waktu kecil XD

    Jadi, aku dulu kecil ini susah sekali kalau diajak main dengan orang dewasa lain. Pasti dikit-dikit nangis padahal belum diapa-apain. Digendong sama bapak sendiri, sama nenek, budhe atau bulik pun langsung nangis nggak karuan kayak barusan kesambet apa XD Namun, aku paling anti nangis kalau udah sama ibu sendiri, atau kalau lagi kumpul keluarga besar tapi ada ibu di situ. Heran sekali kok aku bisa segitunya anti sama orang lain, bahkan ibuku sendiri juga masih heran kalau mengingat kelakuanku yang aneh ini. Aku bahkan jadi sering bikin repot ibu, wah maafkan aku ya bu :D

    Nah, salah satu cerita lucu nih, waktu umurku baru 1 tahun, aku diajak bapak ibu kondangan saat ke kerabat nenek di luar kota. Berangkatnya pakai mobil barengan sama pakdhe dan bulik. Aku nggak nangis sama sekali karena ada ibu.

    Sesampainya di sana, eh ternyata acaranya belum mulai. Terpaksa nunggu dulu di dalam rumah. Pas mau masuk rumah, nah kumat deh nangisnya. Nangisnya keras banget sampai semua orang dengar kata ibuku. Aku bahkan sampai nendang-nendang kaki. Entah kenapa waktu itu lagi kesambet apa. Selain fobia orang, aku juga nggak suka masuk rumah orang asing kecuali rumah nenek dan rumahku sendiri (nggak termasuk rumah budhe, bulik, pakdhe)

    Udah ditunggu beberapa menit sampai sejaman, nangisnya masih belum reda dan acaranya masih belum mulai. Akhirnya, bapak ibu pun terpaksa ngajak aku pulang. Karena tadi berangkatnya bareng pakai mobil, pulangnya jadinya jalan kaki dan bahkan lewat pematang sawah T_T padahal waktu itu, ibu masih inget banget sepatu bapak yang baru banget jadi kotor kena lumpur. Akupun digendong dan juga masih nangis, eh tapi ketika rumah nenekku kelihatan atapnya, nangisku langsung hilang ditelan entah ke mana.

    Bahkan karena kerewelanku yang susah banget kalo diajak main orang lain, ibu pun jadi berhenti dari pekerjaannya untuk mengasuh aku yang nyebelin banget ini. Ah, benar kan kalau kubilang aku jadi merepotkan ibu banget.

    Fobiaku ini bisa dibilang sampai sekarang masih ada, tapi bukan dalam bentuk ‘nangis’ XD. Aku kadang mudah sekali jadi pusing ketika berada di keramaian yang banyak orangnya. Dulu kukira ini cuma pusing biasa, tapi karena mengganggu dan diperiksakan ke dokter, ternyata semacam fobia T_T Untungnya, fobia ini sekarang sudah agak sembuh dan nggak ganggu banget :D

    BalasHapus
  27. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    GFC : Rini Cipta Rahayu

    Aku phobia dengan ulang tahun kak. Tepatnya, perayaan/pesta ulang tahun. Hingga saat ini aku lebih memilih nggak merayakan, atau merayakannya secara sederhana aja. Aku punya pengalaman buruk tentang ulang tahun.
    Di ulang tahunku yang ke-6 aku dibuatkan pesta ulang tahun yang mengundang teman sekelas, tetangga dan teman terdekat. Tujuannya ya buat syukuran aja. Saat itu, kedua ortuku sibuk untuk mempersiapkan dekorasi, kue, makananan, minuman dan sebagainya. Bahkan mama yang sedang hamil muda juga ikutan repot, beliaulah yang mengambil pesanan nasi bungkus untuk tamu undangan ulang tahunku.
    Pesta memang berjalan lancar dan meriah. Aku sangat bersuka cita, aku juga dapat banyak hadiah. Kedua ortuku kelihatannya bahagia.
    Sampai akhirnya keesokan harinya mama mengatakan sakit dan dua hari setelah ulang tahunku kami pergi ke dokter untuk mengantarkan mama periksa. Ternyata, mama mengalami keguguran. Dia jatuh ditimpa motor saat mengambil pesanan nasi. Tapi beliau tidak mengatakan padaku. aku yakin orang tuaku bersedih, apalagi kehadiran adikku itu sangat dinantikan. Syukurnya, satu tahun setelah itu mama bisa hamil lagi dan aku kini punya 2 orang adik.
    Aku merasa bersalah, meski berkali-kali mengatakan itu bukan karena aku tapi aku tetap tidak mau mengadakan perayaan ulang tahun. Cukup potong kue dan tiup lilin dengan keluarga dan sahabat aja. Tanpa pesta :')

    BalasHapus
  28. Nama : Nur Eka Kumalasari
    Twitter : @akerun97
    Nama untuk follow : Nur Eka Kumalasari / xiiak2.nurekakumalasari@gmail.com

    “Punya phobia waktu kecil nggak? Semisal takut sama badut atau balon? Share cerita unik tentang phobia kamu ke aku dong!”

    Aku memiliki hemaphobia (takut darah) dari kecil, jadi kalo ngeliat darah, gambar darah atau pun ngedenger nama darah aja aku langsung merinding dan merem melek. Rasanya bulu kuduk daru ujung rambut sampe kaki berdiri semua, tapi aku punya pengalaman unik tentang phobia aku ini. Jadi tahun kemarin waktu ngerayain 17 Agustusan di kampung aku diajak sepupu aku liat pentas kesenian tradisinoal jawa dikelurahan karangpoh Kebumen, nah kebetulan dipentas seni itu ada acara donor darah yang diselenggarakan PMI setempat. Lalu sepupu aku mengajak untuk ikut menyumbangkan darah kita sepupu aku itu gak tau kalo aku punya phobia terhadap darah. Awalnya sih mau nolak karna aku phobia darah, tapi entah bisikan dari mana didalam otak aku bilang kalo donorin darah itu salah satu bentuk dari kemanusiaan karna kita bisa membantu seseorang yang sangat membutuhkan darah tersebut. Tapi badan aku tiba-tiba keringet dingin, anehnya aku tetap mengisi form donor danah dan cek kesehatan. Waktu diumumin dokternya aku lolos untuk donor darah jujur badan aku langsung lemes. Dagdigdug nunggu giliran dan akhirnya nama ku dipanggil, waktu petugas PMI menusukan jarumnya aku biasa aja tapi waktu darahnya dipompa keluar dan sedikit demi sedikit kantung darahnya mulai penuh aku mau pinsan sampe petugasnya ngasih aku bantal untuk nutupin muka aku biar gak ngeliat, akhirnya selesai dan bekas jarum suntiknya sudah ditutup perban tapi beberapa menit darah dari bekas lukanya keluar lagi dan sekali lagi aku mau pinsan tapi kalo inget ini buat bantu orang lain aku langsung sehat lagi. Dan besoknya aku pulang keJakarta dan didalam bis aku muntah karna masih terbayang darah ku yang diambil sekantong, walaupun sampe trombosit aku turun dari 120/60 jadi 90/60 kalo gak salah dan sampe muntah-muntah tapi aku seneng seengganya dalam hidup aku, aku bisa menyelamatkan seseorang yg sangat amat membutuhkan darah untuk melanjutkan hidup dia. Jadi seengganya aku bisa bangga sama phobia aku sendiri walaupun aku punya hemaphobia dan pertamanya aku langsung syok, panas dingin, merinding dan gak bisa berkata apa-apa tapi aku bisa melawan ketakutan aku untuk membantu orang lain. Walaupun aku gak bisa jamin bisa melakukan tindakan tersebut untuk yang kedua kalinya:'(

    BalasHapus
  29. Nama : Daivara Rezuki Wijaya
    Twitter : @aulyarzky
    Nama untuk follow blog ini : Daivara Rezuki // dairezuki@gmail.com

    Kalau ngomongin masalah phobia sebenernya agak memalukan karena phobiaku benar-benar aneh dan mungkin hanya segelintir orang yang bernasib sama denganku. Aku phobia dengan bisul atau nanah. Kalau kalian mikir ini aneh ya memang benar dan sedikit memalukan. Setiap ngeliat orang yang bisulan atau nanah yang keluar dari bagian tubuh semisal jerawat, aku pasti muntah. Kepala langsung pusing dan mendadak ingin pingsan.

    Sebenarnya aku mengidap phobia ini karena salah satu pengalaman terburukku dan tentu masih sangat teringat di memoriku. Dulu sekitar tahun 2003 aku masih tinggal di suatu pedalaman tepatnya kota Bone di provinsi Sulawesi Selatan. Waktu itu aku bisulan hingga seluruh tubuh karena ketika aku kecil, aku suka banget minum susu dan efeknya aku bisulan. Tapi aku di ajak mamah untuk menghadiri salah satu kondangan ☺️ di kondangan itu aku berlari-lari di atas panggung sama anak-anak lainnya dan melupakan kalau diriku masih di selimuti oleh bisul-bisul itu (maklum masih anak-anak). Nah ga sengaja aku terjatuh dari panggung dan ga ada yang patah sih tapi bisul aku pecah semua:') yaa sontak aku berlumuran darah bercampur nanah dan gaun kebanggaanku saat kecil ternodai oleh cairan kental itu:') aku menangis karena sakit tentunya dan semua bisul-bisulku pecah tak bersisa. Akhirnya mamah manggil becak dan membawaku langsung ke rumah sakit. Untungnya aku ga meninggal akibat bisul yang pecah secara bersamaan-_- tapi beneran rasa sakitnya masih ada sampai sekarang, setiap ngeliat orang bisulan pasti ngilu. Jadi sampai sekarang aku ga bisa melihat orang bisulan apalagi aku yang bisulan:" Alhamdullilah kalau jerawat sih belum pernah menghinggapi wajah ini, kayaknya kalau ada jerawat aku ga bakal berani berkaca sampai jerawat berisikan nanah itu benar-benar hilang πŸ˜‚ terima kasih atas GAnya:)

    BalasHapus
  30. Nama: Aulia
    Twitter: @nunaalia
    GFC: nunaalia 79
    Google+: nunaalia

    “Punya phobia waktu kecil nggak? Semisal takut sama badut atau balon? Share cerita unik tentang phobia kamu ke aku dong!”

    Jawaban:
    Waktu kecil aku paling takut kalau dengar suara tukang solder lewat depan rumah, tukang solder itu bawa alat yg aku tidak tahu apa namanya, dan sambil jalan dia bunyiin alat itu, bunyinya tuh berisik dan menyeramkan banget buat aku. Ngebayanginnya tuh kayak penjahat-penjahat di film kartun yang pakai jubah hitam dan bertopeng besi sambil bawa senjata, serem pokoknya! Kalau lagi main di luar dan aku dengar suara alat itu, walau masih jauh dan belum kelihatan tukang soldernya, aku langsung lari masuk rumah dan sembunyi. Dan baru berani keluar lagi kalau tukang solder itu sudah lewat dan suara alatnya tidak terdengar lagi.
    Untungnya seiring bertambahnya umur, sekarang sih sudah tidak takut lagi kalau dengar itu, lagi pula sudah jarang juga ada tukang solder lewat jaman sekarang :D
    Tapi mengingat lagi masa itu sedikit bikin merinding juga siy heheee

    BalasHapus
  31. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Akun GFC & G+ : Nova Indah Putri Lubis
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/684260784407326720

    Punya dan bahkan masih sampai sekarang. Saya phobia sama Angsa. Alasannya karena waktu kecil saya diserang sama Angsa. Waktu itu saya dikejar-kejar dan hampir di sosor sama Angsa. Bahkan meski saya udah kejebur ke dalam parit sekalipun, si Angsa masih aja berusaha untuk nyosor saya. ALhasil saya ngesot-ngesot
    di dalam parit itu ala-ala tentara agar bisa jauh dari si Angsa. Untung aja paritnya gak dalam dan airnya juga sedikit. Semenjak itu, saya phobia sama Angsa. Bahkan sampai sekarang. Jadi, kalo saya ngelihat Angsa meski cuma seekor dan meski saat itu saya naik motor, saya akan tetap takut untuk melewati
    si Angsa. Padahal kan, kalo dipikir lagi, klo si Angsa macam-macam, kan bisa saya lindas pake ban motor saya. Tapi, karena saya terlalu takut, alhasil saya pasti putar balik atau belok agak jauh agar bisa jauh dari si Angsa... :')

    Terima Kasih ^^

    BalasHapus
  32. nama : Lutfi A,
    akun twitter : @lutfixx,
    Lutfi A untuk follow GFC
    Aku pobia dengan ulat
    dari kecil sampai sekarang
    dan aku kesel banget sama adekku
    dia kerjaannya kalo liat ulat
    dan ada aku langsung ngejar-ngejar
    aku sambil bawa ulat di daun diatas tangannya sampai aku kunci pintu dia akan gedor-gedor pintu
    dan sialnya nanti semua orang dikeluargaku akan ketawa -___- mereka menganggapku lucu pfftt
    aku pun hipersensitif dengan keberadaan ulat ada ulat lewat, aku langsung peka entah di jalan atau di pemakaman
    Aku takut tuh kalau lewat jalan yang banyak pohon jati atau pohon kedondong, banyak lagi pohon lainnya yang nggak tau namanya T.T
    kalau musim hujan begini, banyak ulat sampai mereka pada jalan diatas aspal T.T
    Ulat itu nggak punya pikiran, I swear O^O. Di jalan raya yang padat kendaraan lalu lalang aja dia lewat. Dimana aja dia lewat. Aku juga pernah kena ulat gatal yang membuat kulit jadi gatal-gatal ... karena dia nggak punya pikiran, dan karena jumlahnya banyak (tanaman apa aja dimakan), terus gerakan tubuhnya kalau jalan itu ... ya Allah selamatkan aku aku tidak mendramatisir, ini yang aku rasakan..
    selama ulat itu tidak menggangguku, aku tidak akan menyakitinya. Meskipun ia hama, aku mending meengusirnya kalau lihat dilantai rumah. Meskipun aku pobia dan suka teriak ke sepupu aku untuk mengusir ulat, pemandangan dia menginjak ulat dihadapanku tetap saja tidak manusiawi. Ulat juga berhak hidup. Asal dia tidak kelewatan sebagai hama. Aku juga tidak pakaipestisida/insektisida. tunggu ulat itu bukan insek/pest juga ding T.T Ya itulah ...

    Paling aku lari ketakutan, atau pura-pura kalem setengah mati alias jaim dihadapan teman ...saat ada ulat. Kalau ada adekku, ....save me god.

    BalasHapus
  33. Nama: Evita
    Twitter: @evitta_mf
    GFC: Evita MF

    Yup, aku punya phobia. Aku takut banget sama kucing. Kalau cuma liat dari jauh sih aku berani tapi kalau si kucing udah ada di radius 1-2 meter dari tempat aku berdiri, aku pasti mulai panik dan pengen lari. Takut banget, beneran!
    Ini bukan cuma phobia masa kecil aja, ini sampai sekarang udah jadi mahasiswa aja masih phobia kalau ketemu kucing.
    Aku kadang heran temenku bisa tidur samping-sampingan sama kucing atau kalau ngeliat kucing langsung digendong-gendong, sementara kalau aku liat kucing, mendadak ketakutan dan was-was kucing itu bakal deketin aku.
    Pernah waktu itu aku bawa makanan diplastik, aku mau buka pintu rumah tapi aku dihadang banyak kucing. Mungkin nyium bau makanan dalam plastik yang kubawa akhir kucing-kucing itu tiba-tiba ngejar-ngejar aku. Akhirnya aku harus lari-lari dulu biar kucing itu pergi. T.T
    Aneh ya ada orang yang takut sama kucing kaya aku. Padahal kucing kan kalau dilihat lucu. Tapi aku benaran takut!
    Aku jadi ngerti banget sama perasaannya Saki, phobia itu kadang pada hal-hal yang dianggap kebanyakan orang nggak ada apa-apanya dan nggak menakutkan sama sekali, tapi bagi sebagian orang yang punya phobia, hal itu sangat menakutkan.

    BalasHapus
  34. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Follow GFC : Agatha Vonilia
    Follow Google+ : Agatha Vonilia

    Aku ntu punya phobia takut sama orang. Walaupun saudara sendiri aku juga takut (kebayang nggak), kumpul bareng aja aku mesti duduk di pojokan sendiri sambil baca buku. Malah pernah juga disuruh makan yang ada aku malah salting. Alhasil, piringku pecah dan aku maluuuu bangettt. Semenjak itu, aku nggak pernah ikutan pertemuan di keluarga besar. Selalu ada saja alasan. Aku melihat orang itu seperti monster yang akan selalu menerkamku. Phobia ini kebawa sampai sekarang karena dari SD aku selalu dijahilin sama teman sekelas dan dijadiin bahan ejekan, tatapan mereka yang seakan merendahkan diriku tidak akan pernah aku lupakan hingga saat ini.

    BalasHapus
  35. Nama : Hary Gimulya
    Twitter : @angels_rutherfo
    GFC : Hary
    Google+ : Hary Gimulya (harygimulya@gmail.com)

    Jawaban : Waduh, kalau yang namanya phobia, aku takut banget dengan yang namanya ketinggian.
    Bener dah, kalau ada yang ngajakin aku ke tempat-tempat yang tinggi, misal menara ataupun gunung, langsung aku tolak
    mentah-mentah. Mending dibilang penakut daripada phobianya kumat.
    Tapi gimana kalau rasa takutmu dihadapkan dengan hal favoritmu?
    Jadi begini ceritanya, ketika berumur 12 tahun, keluargaku mendapat ajakan untuk jalan-jalan ke Bali oleh bibiku.
    Wah, pastinya seneng donk. Siapa sih yang ga ingin ke Bali?
    Aku pun juga begitu. Langsung jingkrak-jingkrak kegirangan.
    Eh, beberapa menit kemudian kegirangan itu langsung hilang begitu tahu bahwa ke Balinya naik pesawat!
    Waduh, gimana ini. Aku kan takut dengan ketinggian nih.
    Mendengar hal itu, langsung deh aku menolak mentah-mentah buat jalan-jalan ke Bali.
    Aku bersikeras ga mau ikut kesana.

    Eh, bibiku ini ga kehilangan akal.
    Dia lalu membujukku, jika mau ikut, aku boleh meminta 1 permintaan kepadanya.
    Wah, seneng banget pastinya. Kebetulan waktu itu aku ingin sekali punya sepeda.
    Akhirnya aku pun jadi ikut ke Bali bersama keluargaku dan juga paman serta bibiku.
    Tapi yang namanya phobia ya tetep aja ga bisa hilang. Pada saat lepas landas, aku ga berani melihat keluar, terus langsung saja
    aku memakai penutup mata sambil mendengarkan musik.
    Itu pertama kalinya aku naik pesawat dan sampai sekarang aku ga berani lagi naik pesawat.
    Makanya pas pulang dari Bali, aku memaksa keluargaku untuk lewat jalur darat.
    Gapapa deh lama, yang penting aman dan ga bikin kumat phobiaku.:(

    BalasHapus
  36. Nama : Shiela Hartiningtyas
    Twitter : @ruth_shiela
    Nama untuk follow GFC : Shiela
    Nama untuk follow Google+ : Yenny Srihartati (yskasim@gmail.com)

    Share cerita unik tentang phobia kamu ke aku dong!

    Dari kecil aku sudah takut dengan yang namanya gelap.
    Makanya ketika tidur aku tidak pernah mau lampunya dimatikan.
    Lalu juga ketika tidur biasanya aku minta ditemenin sama mama.
    Tapi sekarang kan sudah besar, ga mungkin juga kan minta ditemenin mama terus tidurnya.
    Apalagi sekarang aku juga sudah berbeda kota tinggalnya dengan orang tua karena urusan pekerjaan.
    Meskipun sudah besar, tapi phobiaku terhadap gelap tidak juga kunjung hilang.
    Biasanya kalau keadaan mendadak gelap (misal seperti listrik padam), aku langsung keluar kamar terus
    mencari keluarga/teman-temanku dan meminta mereka untuk terus dekat denganku.
    Kalau beramai-ramai, meskipun gelap, tapi setidaknya hati lebih tenang.^^
    Biarin deh diledekin, yang penting ga sendirian dalam gelap.>_<
    Tapi sekarang kan jaman semakin canggih, kalau mendadak gelap, aku sudah punya senjata andalan.
    Tara, senter handphone!
    Ini dia alasannya aku menginstal aplikasi flashlight di handphone, jadi kalau mendadak gelap, tinggal
    nyalain senternya deh. Hati langsung tenang.

    PS : Satu lagi yang ga boleh ketinggalan, langsung cari lilin/lampu minyak buat penerangan. Ini bikin hati makin adem lagi.hehehe

    BalasHapus