[Blog Tour] Giveaway Cinderella Teeth

on Jumat, 25 Desember 2015





Waktunya giveaway !! Yeayy !
Kali ini saya akan membagikan dua novel Cinderella Teeth untuk dua orang yang beruntung. Simak rulesnya baik-baik ya :
1 Follow twitter @Rany_Dwi004 dan @penerbitharu
2 Like Fanpage Penerbit Haru
3 Follow blog ini via GFC dan Google+
4 Ajak teman-temanmu untuk ikutan giveaway ini dengan mention saya dan penerbit haru. Jangan lupa gunakan hastag #BlogTourCinderellaTeeth
5 Baca review novel Cinderella Teeth yang sudah saya posting sebelumnya disini dan berikan komentarmu. (Komentar harus relevan dengan isi review dan buku yang bersangkutan, jadi bukan sekadar “bukunya keren” atau “ih, covernya lucu” dan semacamnya.)

6 Jawab pertanyaan ini di kolom komentar :

“Punya phobia waktu kecil nggak? Semisal takut sama badut atau balon? Share cerita unik tentang phobia kamu ke aku dong!”

Cukup simple kan pertanyaannya. So, siapkan jawabanmu semenarik mungkin.

7 Tulis di kolom komentar postingan ini nama, akun twitter, nama kamu untuk follow GFC dan Google+ dan juga jawabanmu.
8 Giveaway ini berlangsung selama dua minggu. Dari tanggal 25 Desember sampai 8 Januari.
9 Pengumuman pemenang akan saya lakukan paling lambat 3 hari setelah giveaway berakhir via twitter dan blog ini.

10 Jika ada yang ingin ditanyakan tentang giveaway ini silakan menghubungi saya via twitter @Rany_Dwi004

Jadwal Blog Tour novel Cinderella Teeth :
 


14 Desember 2015       
Kak Diyah :http://perpuskentang.blogspot.my/2015/12/blogtour-cinderella-teeth.html

16 Desember 2015     
Kak April :http://duniakecilprili.blogspot.co.id/2015/12/blog-tour-giveaway-cinderella-teeth-by.html

18 Desember 2015     
Kak Nurina : http://kendengpanali.blogspot.co.id/2015/12/blogtour-review-giveaway-cinderella.html

21 Desember 2015     
Kak Etika : https://tikikabum.wordpress.com/2015/12/22/cinderella-teeth-blogtourgiveaway/

23 Desember 2015          
Kak Fitra : http://www.mydreamlandstories.blogspot.co.id/2015/12/blog-tour-giveaway-cinderella-teeth.html

25 Desember 2015        
Kak Rany :http://mizukeume.blogspot.co.id/2015/12/blog-tour-giveaway-cinderella-teeth.html   (Kalian ada disini sekarang)

28 Desember 2015
Kak Ken Astri : http://justsavemywords.wordpress.com/
 

[Review] Cinderella Teeth



Judul : Cinderella Teeth
Penulis : Sakaki Tsukasa
Penerjemah : Nurul Maulidia
Penyunting : Nyi Blo
Proofreader : Dini Novita Sari
Ilustrasi Isi : @teguhra
Design Cover : Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Penerbit : Haru
Tanggal Terbit : Oktober 2015
Edisi : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-7742-63-5
Tebal : 272 halaman
Rating : 3 dari 5 bintang

Saki ditipu oleh ibunya sendiri hingga gadis itu harus bekerja di sebuah klinik dokter gigi. Padahal, ia benci dokter gigi!

Namun, musim panas itu akan menjadi musim panas yang berarti bagi Saki. Pasien-pasien yang berkunjung ke klinik tersebut ternyata memiliki rahasia-rahasia unik. Belum lagi, seorang pemuda di klinik tersebut mulai menarik perhatian Saki.

Dapatkah Saki menghadapi phobia-nya, pasien-pasien, dan cinta yang datang bersamaan dalam satu musim panas?
***
“Sesuatu yang tertanam di waktu kecil memang sulit hilang…”—Utako-san.

Adalah Kano Sakiko, mahasiswi tingkat dua berumur delapan belas tahun yang memiliki phobia terhadap dokter gigi. Pengalaman mengerikan itu terjadi sewaktu ia masih kecil. Ketika dirinya harus pergi ke dokter gigi bersama mamanya. Bau antiseptic dan dokter mencurigakan yang memakai masker sangat ia benci. Terlebih suara ngiiing! dari bor yang membuat telinga pekak mampu membuat Saki merasa gerahamnya ngilu.

Keputusan untuk mencari kerja paruh waktu yang sebenarnya untuk mengisi waktu luangnya saat liburan musim panas malah menjadi sebuah malapetaka untuknya. Saki mengira memo bertuliskan Shinagawa Guchi Clinic (Huruf kanji ‘guchi’ ini berbentuk bujur sangkar, bisa berarti mulut, tapi juga bisa berarti pintu) yang ditulis mamanya dengan terburu-buru itu semacam klinik penyakit dalam atau luar, atau bisa juga klinik anak. Namun, betapa terkejutnya Saki ketika di tempat yang ia tuju tersebut, bukan tertulis guchi, tetapi “D” yang berarti Shinagawa Dental Clinic.

Karena tidak bisa menolak, akhirnya pekerjaan barunya sebagai resepsionis di klinik tersebut ia terima. Berbagai hal-hal baru Saki dapatkan dari kerja paruh waktunya ini. Mulai para pegawai klinik tersebut yang ramah dan baik (Ada Minowa Utako, Nakano Kyoto, Kasuga Yuri— tiga perawat gigi, Dokter Shinagawa Yuki—Kepala Shinagawa Dental Clinic, Naruse Yoshihito dan Kano Tadashi—dokter gigi, Kasai Mizue—petugas administrasi, dan Yotsuya Kengo—tekniker gigi) pengetahuan baru tentang kesehatan gigi, kisah cintanya yang dimulai dari klinik ini serta rahasia dari pasien-pasiennya.

***
Akhirnya saya kembali bisa menyantap novel berlabel J-lit dari Penerbit Haru ini. Udah kangen rasanya sama karya-karya dari penulis Jepang. Novel yang bercerita mengenai phobia seorang gadis terhadap dokter gigi memang cukup menarik buat saya sewaktu buku ini akan terbit. Bicara soal dokter gigi, memang, siapa sih yang nggak takut. Waktu kecil dulu saya juga takut dengan dokter gigi, namun nggak sampai phobia seperti Saki ini. Seiring dengan saya dewasa, ketakutan itu perlahan menghilang. Malah, sewaktu kecil itu saya phobia sama ketinggian, yang bahkan sampai sekarangpun masih juga takut.

Dengan membaca novel ini saya lebih tahu bahwa sebenarnya dokter gigi itu nggak se-menyeramkan yang kita bayangkan kok. Coba baca kalimat ini:
“Saki, awalnya pasien datang ke sini karena merasa sakit di suatu bagian tubuh mereka dan cemas akan hal itu. Kalau hal itu di tambah dengan pertemuan yang tidak menyenangkan, ketidakbahagiaannya jadi dua kali lipat. Karena itu, di sini aku berpikir untuk sebisa mungkin mengurangi stress-nya.”—Paman Tadashi.

Nah, disini dokter gigi berupaya keras untuk membuat kita tenang. Bukannya membuat kita semakin ketakutan. Jadi buat kamu yang masih ngerasa dokter gigi itu menyakutkan, coba ubah pikiran itu dari sekarang deh. Mungkin agak sulit, namun kesan itu akan berubah kalau diberi perhatian setelahnya.

“Fobia pengobatan gigi adalah sebuah penyakit yang juga disebut dalam pelajaran medis.” –Yotsuya-san.
Rahasia-rahasia dari pasien yang ditangani Saki ini juga bermacam-macam lho. Saya akan menuliskan dua diantaranya:

Pasien 1: Nona Takatsu Yumi à Wanita karir yang datang ke klinik dengan alasan tambalan gigi belakangnya terlepas maka ia menginginkan perbaikan tambalan gigi. Wanita itu menginginkan pertemuan selanjutnya dua minggu lagi, namun sebelum dua minggu Saki kembali bertemu dengan wanita itu. Hal itu dikarenakan tiba-tiba seorang pria yang mengaku sebagai pacar Takatsu Yumi datang ke klinik dan marah-marah. Pria tersebut marah karena ia merasa perawatan di klinik ini terlalu lama dan dapat mempengaruhi kehidupan pacarnya. Lalu, sebenarnya apa yang terjadi? Rahasia apa yang disembunyikan oleh Takatsu Yumi dari pacarnya, padahal perawatan yang diberikan sesuai standar di klinik dan tidak terlalu memakan waktu?

Pasien 2: Yoshikazu Honjou à Pria dengan dua sifat. Awalnya pria ini menelpon klinik karena merasa giginya sakit saat tiba di kantor. Saat bicara di telepon, ia terdengar sangat ramah. Namun, saat akhirnya pria itu datang ke klinik, pria itu terkesan gampang kesal, seperti bertemperamen buruk. Ia juga selalu menutupi mulutnya dengan satu tangan dan dahinya berkerut, seolah giginya berlubang sangat dalam. Namun ketika Saki menderita flu, sikap pria bernama Honjou itu kembali lembut dan baik. Sebenarnya, ada apa di balik dua sifatnya itu?
Penasaran? Baca buku-nya sendiri aja deh. Kebanyakan nulis nanti jadi spoiler. Yang saya sayangkan dari buku ini adalah feel seorang Saki yang phobia terhadap dokter gigi kurang digali dengan baik. Greget-nya kurang. Oke, gini, harusnya yang namanya phobia itu, pasti bakal membuat penderitanya ketakutan. Namun, di dalam buku ini, karakter Saki terlihat lempeng-lempeng aja. Terlihat pasrah dan nrimo. Mungkin penulis mencoba membangun karakter Saki yang mencoba untuk melawan phobianya tersebut. Namun, kalau mendadak, rasanya nggak logis aja.

Membaca buku ini banyak memberikan pengetahuan baru bagi saya tentang kesehatan gigi serta penyakit apa saja yang bisa menyerang gigi kita. Jadi seperti sambil menyelam, minum air. Sambil menikmati isi dari cerita yang disuguhkan penulisnya, kita juga bisa belajar tentang kesehatan gigi.

Satu poin penting yang saya tangkap setelah membaca buku ini adalah:

“Sikat gigi itu penting.”

Jadi buat semuanya aja, jangan malas untuk sikat gigi pagi dan malam ya :D



Haru Awards

on Sabtu, 12 Desember 2015





Beberapa teman reviewer yang juga mendaftar sebagai peserta untuk kategori reviewer terfavorit pasti sudah tahu-menahu tentang Haru Awards ini. Yup…Haru Awards adalah ajang penghargaan yang diberikan Penerbit Haru untuk mengapresiasi semua orang yang sudah menjadi bagian dari Penerbit Haru, mulai dari penulis, desainer, dan juga pembaca atau reviewer. Untuk yang ingin tahu lebih banyak tentang Haru Awards bisa cek disini.

Pendapatku untuk Haru Awards sendiri, ini adalah langkah terbaik sebuah penerbitan dalam menghargai orang-orang yang terlibat di dalamnya. Sebelumnya, saya nggak pernah berpikir bahwa Penerbit Haru akan mengadakan event semacam ini. But, inilah yang bakal menjadi titik balik yang baik untuk Penerbit Haru sendiri. Banyak pembaca yang mungkin akan semakin mencintai penerbit ini. Karena Haru sendiri dapat memposisikan dirinya sebagai sahabat untuk para pembaca serta orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Untuk kamu yang ingin mendaftar juga sebagai peserta reviewer terfavorit, aka nada tiga tahapan dalam kategori ini:
1.      Pendaftaran (Sampai 17 Desember 2015)
Di sini semua pembaca yang memiliki blog dan pernah me-review buku Haru bisa mendaftar.

2.      Babak Semifinal (24 – 31 Desember 2015)
Akan dipilih 5 (lima) nama yang berhak masuk ke tahap voting. Voting akan dilakukan pembaca melalui Goodreads. Apabila jumlah ‘vote’ yang sama, maka akan dipilih berdasarkan data berapa jumlah buku yang pernah di-review.

3.      Babak Final (5 – 16 Januari 2016)
Akan dipilih 3 (tiga) nama dengan jumlah voting tertinggi untuk maju ke babak final. Dalam babak ini akan dipilih satu pemenang berdasarkan voting tertinggi.
Pemenang Haru Awards 2015 kategori Reviewer Terfavorit akan diumumkan pada hari ulang tahun Haru yang ke-5, yaitu pada tanggal 18 Januari 2016.

Untuk info lebih mengenai Haru Awards kategori Reviewer Terfavorit kalian bisa cek disini.

[Review] Guilty Pleasure

on Minggu, 06 Desember 2015



Judul : Guilty Pleasure
Nama Penulis : Christian Simamora
Editor : Alit Tisna Palupi
Proofreader : Jie Effendie
Penata letak : Gita Ramayudha
Desainer cover : Jefri Fernando
Ilustrasi Isi : Levina Lesmana
Ilustrasi paperdoll : Levina Lesmana & Bening
Penerbit : Gagas Media
Tanggal Terbit : 2014
Edisi : Cetakan Pertama
Jumlah hal.: 410 halaman
ISBN : 979-780-713-4
Rating : 3,5 dari 5 bintang

BERHENTILAH MENCARI LAKI-LAKI UNTUK MEMBUATMU BAHAGIA. MULAILAH MENJADI PEREMPUAN BAHAGIA YANG DICARI LAKI-LAKI.

Dear pembaca,
Sebelumnya, aku minta maaf karena terpaksa mengakui kalau cerita ini dimulai dengan adengan paling klise di sepanjang sejarah fiksi : tabrakan. Pembelaan dari diriku hanyalah, saat menuliskannya di bagian awal cerita, entah kenapa aku yakin sekali ini cara paling pas untuk menemukan Julien dan Devika, mengingat kedunya berasal dari dua dunia yang sama sekali berbeda.

Guilty Pleasure adalah sebuah cerita cinta, yang tentu saja terasa sangat sederhana kalau dibandingkan dengan rumitnya hubungan percintaan di dunia nyata. Novel ini bercerita tentang keraguan ; bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya ?

Bolehkah aku bertanya sekarang, apakah bacaan yang seperti ini yang sedang kamu cari? Kalau benar begitu, aku bersyukur sekali bisa mempersembahkan cerita ini untukmu. Selamat membaca dan, seperti biasa …
Selamat jatuh cinta.

CHRISTIAN SIMAMORA

***
“Aku menunggu orang yang tepat untuk dicintai penuh waktu” –hlm. 180

Berawal dari sebuah insiden tabrakan mobil, awal Dev dan Julien Ang. Dari awal pertemuan mereka yang sebenarnya klise, sudah ada perasaan kagum satu sama lain. Di mulai dari situlah, pelan – pelan hubungan mereka menjadi semakin dekat.

Bagi Dev maupun Julien, mereka sama – sama mengingikan satu sama lain. Tapi ada sebuah halangan dalam hubungan mereka. Julien masih belum bisa melupakan masa lalunya dan Dev mengetahuinya. Hanya saja, Dev berusaha melindungi perasaannya dari kemungkinan terluka lagi. Dev berusaha membuat Julien mengakhiri perasaan bersalahnya.

Semua terasa baik – baik saja, sampai Dev menemukan fakta yang cukup mengejutkannya. Dev kira dengan kehadirannya di hati Julien, lelaki itu akan sedikit demi sedikit mampu melupakan masa lalu, tapi dugaannya salah. Julien belum sepenuhnya move on dari mantan tunangannya. Rasa bersalahnya masih terlalu besar untuk dilupakan oleh lelaki itu.

“Aku nggak bisa melihat masa depan dengan orang yang jelas - jelas masih membiarkan kedua kakinya bertahan di masa lalu.” –hal.341
***
Ini kali pertama bagi saya membaca karya Bang Ino. Agak kaget juga dengan penggunaan bahasa Bang Ino. Seperti missal : el-bi-ji yang baru – baru ini saya ketahui artinya sebagai ABG, deym pengganti damn, darling yang diubah menjadi dahling dan juga ach mein golt yang bertansformasi menjadi OMG. Asyik sih menurut saya dan tentunya kreatif!

Saya suka dengan alur cerita dari novel ini dan juga karakter tokohnya. Natural dan nggak serasa dibuat – buat. Karakter dari kedua tokohnya juga  seimbang dan kuat menurut saya. Apalagi dengan improve kedua tokohnya membuat saya bisa merasakan bagaimana kegundahan kedua tokoh. Saya juga bisa merasakan bagaimana emosi dari kedua tokoh, apalagi saat Dev mengetahui bahwa Julien belum bisa move on. Greget banget deh pokoknya, jadi pengen nonjok Julien karena mempermainkan hati Dev #Ups :D

Membaca buku ini membuat emosi saya benar – benar terkuras. Bang Ino benar – benar ahli kalau buat orang jungkir balik karena alur ceritanya. Dan kalau soal adegan dewasanya, nggak usah ditanya deh! Kipas – kipas terus :D tapi menurut saya porsi untuk pembahasan adengan tersebut juga pas, nggak terlalu berlebihan.

Walaupun ini kali pertama saya membaca karya Bang Ino, tapi untuk sampul bukunya, cover novel inilah yang menurut saya paling menarik dan saya sangat menyukainya. Khas Bang Ino. Apalagi dengan adanya fun games buat seru - seruan dan juga paperdoll-nya.

Saya menyimpulkan bahwa buku ini menyadarkan kita bahwa masa lalu tidak perlu dilupakan, karena kita hanya perlu berdamai dengan masa lalu dan melanjutkan hidup. Jadi, untuk kalian yang ingin menyelami kisah cinta Dev dan Julien, saya merekomandasikan novel Guilty Pleasure ini.