Tampilkan postingan dengan label Hyun Go Wun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hyun Go Wun. Tampilkan semua postingan

[Blog Tour] Review Love With A Witch

on Senin, 23 Maret 2015

Judul : Love With a Witch
Nama Penulis : Hyun Go Wun
Penerjemah : Ratna Sitta Hapsari
Penyunting : Novianita
Proofreader : Yuli Yono
Penerbit : Haru
Tanggal Terbit : Maret 2015
Edisi : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-7742-50-5


Perkenalan Buku Pedoman Sihir

Kau tidak percaya penyihir ?
Sayang sekali.

Jangan terlalu serius dalam segala hal dan cobalah untuk bermimpi, sesekali.
Karena kadang-kadang, hal yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya, bisa saja terjadi.
Siapa tahu saja, suatu hari nanti seorang penyihir akan membuat keinginanmu jadi nyata hanya dengan mengayunkan tongkat sihirnya.
Seperti mimpi yang terjadi di suatu malam di tengah-tengah musim panas.

Oke. Sekarang cobalah untuk mengingat mantranya dan aku yang akan membuat ramuannya.
 
**

Penyihir ?
Atau,
Malaikat ?

Jika kau diberi kesempatan untuk bertemu salah satu dari mereka, kau akan memilih bertemu dengan siapa ?

“Perempuan itu benar-benar penyihir. Satu waktu, perempuan itu membuatnya merasa bahagia dan semangat. Namun, di waktu lain, perempuan itu membuatnya terdiam seribu bahasa.” –hlm. 113

Ju Hwi tidak menyangka akan bertemu dengan penyihir sekaligus malaikat dalam waktu bersamaan dan dalam tubuh wanita yang sama. Yaitu Soo An, wanita poker face yang menyelamatkan keponakannya dari ancaman maut itulah yang ia sebut penyihir sekaligus malaikat. Wanita itu akan berubah menjadi penyihir jika ia sedang marah. Soo An akan berbicara panjang lebar tanpa memberi kesempatan lawannya untuk bicara. Sementara itu, ia akan berubah menjadi malaikat yang lembut kalau sudah berurusan dengan Eun Yoo—keponakan Ju Hwi.

“Kalau kau tidak cukup percaya diri untuk bisa menjaganya, seharusnya dari awal kau tidak usah melakukannya.” –Soo An –hlm. 93

Meskipun Ju Hwi tidak suka dengan cara Soo An yang tidak memiliki etika dalam berbicara ditelepon (wanita itu selalu menutup telepon begitu saja setelah mengatakan apa yang ingin dikatakannya dan cenderung tidak mendengarkan kata-kata lawan bicaranya, dan hanya memedulikan dirinya sendiri) ia malah mempercayai wanita untuk mengasuh Eun Yoo. Ju Hwi yakin keputusannya untuk menitipkan Eun Yoo kepada Soo An sebagai orang asing yang baru pertama dijumpainya adalah tepat. Yang diinginkan Ju Hwi saat itu hanya melindungi Eun Yoo dari bahaya yang selama ini mengincar nyawa anak itu.

Pertemuan mereka diawali dengan ketidaksengajaan, ketika Eun Yoo berada di dalam pelukan perempuan itu, sampai pada akhirnya Jun Hwi menitipkan anak itu untuk berada di bawah pengawasannya.

“Aku bukan sedang terkena sihir. Tapi karena aku terlalu lama berada di pelukannya. Itu saja” – Jun Hwi –hlm. 127
**
Setelah sukses dengan novel-novel sebelumnya yang masih bergenre sama, kini Hyun Go Wun kembali meluncurkan satu novel baru yang masih bergerak dalam genre romance. Di dalam novel ini penulis menyajikan intrik dan konflik yang berbeda dari novel-novel sebelumnya. Yaitu tentang rumitnya sebuah keluarga yang memperebutkan harta warisan yang juga dibumbui dengan kisah cinta yang cukup rumit.

Di awal bab kita akan disambut dengan sudut pandang orang pertama + flashback dari kehidupan wanita bernama Soo An. Jadi, di awal bab itu kita sudah diperkenalkan sedikit tentang kepribadian Soo An oleh penulis secara tak langsung. Namun, masuk ke bab dua, penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga.

Karena saya termasuk penggemar dari karya-karya Hyun Go Wun, saya sudah cukup hafal dengan gaya penulisannya. Ceritanya yang to the point (tidak bertele-tele) dan alurnya yang ringan adalah ciri khas dari Hyun Go Wun. Ceritanya pun tak jauh-jauh dengan pertemuan dua orang yang tidak  disengaja. Ciri khas lainnya adalah penulis selalu menyajikan kutipan di setiap awal bab-nya. Di dalam novel ini ceritanya memang to the point, namun sayangnya, saya merasa alurnya terkesan mendadak dan terlalu dipaksakan.

Kelebihan serta kelemahan lainnya adalah penggunakan tokoh-tokohnya yang seabrek.
+ Karena banyaknya tokoh yang dihadirkan penulis, konflik dalam novel ini jadi bervariasi dan tidak terpusat pada konflik tokoh utama saja.
- Pembaca akan dibingungkan dengan nama para tokohnya yang menurut saya hampir mirip satu sama lain. Karakter tokohnya pun kurang begitu dijelaskan. Jadi perbedaan karakter satu tokoh dengan tokoh lainnya kurang menonjol.

Hal yang saya sukai dari buku ini adalah ukuran font size dari bukunya yang enak dilihat. Maksudnya tidak terlalu kekecilan atau kebesaran, balance. Untuk covernya, warnanya soft banget dan yahh….saya akui, saya suka.

Melalui buku ini saya belajar banyak hal. Tentang kepedulian, cinta, pengorbanan juga penghianatan.


Yang terakhir….

Apa yang bisa kau berikan padaku ?
Aku berbicara padamu yang sangat mencintaiku. –hlm. 16