Judul : Cinderella Teeth
Penulis : Sakaki Tsukasa
Penerjemah : Nurul Maulidia
Penyunting : Nyi Blo
Proofreader : Dini Novita Sari
Ilustrasi Isi : @teguhra
Design Cover : Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Penerbit : Haru
Tanggal Terbit
: Oktober 2015
Edisi : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-7742-63-5
Tebal : 272 halaman
Rating : 3 dari 5 bintang
Saki
ditipu oleh ibunya sendiri hingga gadis itu harus bekerja di sebuah klinik
dokter gigi. Padahal, ia benci dokter gigi!
Namun,
musim panas itu akan menjadi musim panas yang berarti bagi Saki. Pasien-pasien
yang berkunjung ke klinik tersebut ternyata memiliki rahasia-rahasia unik.
Belum lagi, seorang pemuda di klinik tersebut mulai menarik perhatian Saki.
Dapatkah
Saki menghadapi phobia-nya, pasien-pasien, dan cinta yang datang bersamaan
dalam satu musim panas?
***
“Sesuatu
yang tertanam di waktu kecil memang sulit hilang…”—Utako-san.
Adalah
Kano Sakiko, mahasiswi tingkat dua berumur delapan belas tahun yang memiliki
phobia terhadap dokter gigi. Pengalaman mengerikan itu terjadi sewaktu ia masih
kecil. Ketika dirinya harus pergi ke dokter gigi bersama mamanya. Bau
antiseptic dan dokter mencurigakan yang memakai masker sangat ia benci.
Terlebih suara ngiiing! dari bor yang membuat telinga pekak mampu membuat Saki
merasa gerahamnya ngilu.
Keputusan
untuk mencari kerja paruh waktu yang sebenarnya untuk mengisi waktu luangnya
saat liburan musim panas malah menjadi sebuah malapetaka untuknya. Saki mengira
memo bertuliskan Shinagawa Guchi
Clinic (Huruf kanji ‘guchi’ ini berbentuk bujur sangkar, bisa berarti mulut,
tapi juga bisa berarti pintu) yang ditulis mamanya dengan terburu-buru itu
semacam klinik penyakit dalam atau luar, atau bisa juga klinik anak. Namun,
betapa terkejutnya Saki ketika di tempat yang ia tuju tersebut, bukan tertulis guchi, tetapi “D” yang berarti Shinagawa
Dental Clinic.
Karena
tidak bisa menolak, akhirnya pekerjaan barunya sebagai resepsionis di klinik
tersebut ia terima. Berbagai hal-hal baru Saki dapatkan dari kerja paruh
waktunya ini. Mulai para pegawai klinik tersebut yang ramah dan baik (Ada
Minowa Utako, Nakano Kyoto, Kasuga Yuri— tiga perawat gigi, Dokter Shinagawa
Yuki—Kepala Shinagawa Dental Clinic, Naruse Yoshihito dan Kano Tadashi—dokter
gigi, Kasai Mizue—petugas administrasi, dan Yotsuya Kengo—tekniker gigi)
pengetahuan baru tentang kesehatan gigi, kisah cintanya yang dimulai dari
klinik ini serta rahasia dari pasien-pasiennya.
***
Akhirnya
saya kembali bisa menyantap novel berlabel J-lit dari Penerbit Haru ini. Udah
kangen rasanya sama karya-karya dari penulis Jepang. Novel yang bercerita
mengenai phobia seorang gadis terhadap dokter gigi memang cukup menarik buat
saya sewaktu buku ini akan terbit. Bicara soal dokter gigi, memang, siapa sih
yang nggak takut. Waktu kecil dulu saya juga takut dengan dokter gigi, namun
nggak sampai phobia seperti Saki ini. Seiring dengan saya dewasa, ketakutan itu
perlahan menghilang. Malah, sewaktu kecil itu saya phobia sama ketinggian, yang
bahkan sampai sekarangpun masih juga takut.
Dengan
membaca novel ini saya lebih tahu bahwa sebenarnya dokter gigi itu nggak
se-menyeramkan yang kita bayangkan kok. Coba baca kalimat ini:
“Saki,
awalnya pasien datang ke sini karena merasa sakit di suatu bagian tubuh mereka
dan cemas akan hal itu. Kalau hal itu di tambah dengan pertemuan yang tidak
menyenangkan, ketidakbahagiaannya jadi dua kali lipat. Karena itu, di sini aku
berpikir untuk sebisa mungkin mengurangi stress-nya.”—Paman Tadashi.
Nah,
disini dokter gigi berupaya keras untuk membuat kita tenang. Bukannya membuat
kita semakin ketakutan. Jadi buat kamu yang masih ngerasa dokter gigi itu
menyakutkan, coba ubah pikiran itu dari sekarang deh. Mungkin agak sulit, namun
kesan itu akan berubah kalau diberi perhatian setelahnya.
“Fobia
pengobatan gigi adalah sebuah penyakit yang juga disebut dalam pelajaran
medis.” –Yotsuya-san.
Rahasia-rahasia
dari pasien yang ditangani Saki ini juga bermacam-macam lho. Saya akan
menuliskan dua diantaranya:
Pasien
1: Nona Takatsu Yumi à Wanita karir yang datang ke klinik
dengan alasan tambalan gigi belakangnya terlepas maka ia menginginkan perbaikan
tambalan gigi. Wanita itu menginginkan pertemuan selanjutnya dua minggu lagi,
namun sebelum dua minggu Saki kembali bertemu dengan wanita itu. Hal itu
dikarenakan tiba-tiba seorang pria yang mengaku sebagai pacar Takatsu Yumi
datang ke klinik dan marah-marah. Pria tersebut marah karena ia merasa
perawatan di klinik ini terlalu lama dan dapat mempengaruhi kehidupan pacarnya.
Lalu, sebenarnya apa yang terjadi? Rahasia apa yang disembunyikan oleh Takatsu
Yumi dari pacarnya, padahal perawatan yang diberikan sesuai standar di klinik
dan tidak terlalu memakan waktu?
Pasien
2: Yoshikazu Honjou à Pria dengan dua sifat. Awalnya pria ini
menelpon klinik karena merasa giginya sakit saat tiba di kantor. Saat bicara di
telepon, ia terdengar sangat ramah. Namun, saat akhirnya pria itu datang ke
klinik, pria itu terkesan gampang kesal, seperti bertemperamen buruk. Ia juga
selalu menutupi mulutnya dengan satu tangan dan dahinya berkerut, seolah
giginya berlubang sangat dalam. Namun ketika Saki menderita flu, sikap pria
bernama Honjou itu kembali lembut dan baik. Sebenarnya, ada apa di balik dua
sifatnya itu?
Penasaran?
Baca buku-nya sendiri aja deh. Kebanyakan nulis nanti jadi spoiler. Yang saya
sayangkan dari buku ini adalah feel seorang Saki yang phobia terhadap dokter
gigi kurang digali dengan baik. Greget-nya kurang. Oke, gini, harusnya yang
namanya phobia itu, pasti bakal membuat penderitanya ketakutan. Namun, di dalam
buku ini, karakter Saki terlihat lempeng-lempeng aja. Terlihat pasrah dan
nrimo. Mungkin penulis mencoba membangun karakter Saki yang mencoba untuk
melawan phobianya tersebut. Namun, kalau mendadak, rasanya nggak logis aja.
Membaca
buku ini banyak memberikan pengetahuan baru bagi saya tentang kesehatan gigi
serta penyakit apa saja yang bisa menyerang gigi kita. Jadi seperti sambil
menyelam, minum air. Sambil menikmati isi dari cerita yang disuguhkan
penulisnya, kita juga bisa belajar tentang kesehatan gigi.
Satu
poin penting yang saya tangkap setelah membaca buku ini adalah:
“Sikat gigi itu penting.”
Jadi
buat semuanya aja, jangan malas untuk sikat gigi pagi dan malam ya :D




