Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

[BlogTour] Review Tiger on My Bed – Christian Simamora

on Kamis, 28 Januari 2016




Judul : Tiger on My Bed
Nama Penulis : Christian Simamora
Editor : Dini Saraswati
Designer sampul : Dwi Anissa Anindhika
Penata letak : Gita Mariana
Ilustrasi Isi : Mailoor
Penerbit : Twigora
Tanggal Terbit : Desember 2015
Edisi : Cetakan Pertama
Jumlah hal.: 396 halaman
ISBN : 978-602-70362-3-9
Rating : 4,3 dari 5 bintang

Tagline:
SEBELUM BENAR-BENAR PATAH HATI,
KAU TAK AKAN PERNAH MENYADARI SEPERTI APA KAU INGIN DICINTAI.

Blurb:

“UNTUK MENARIK PERHATIAN LAWAN JENISNYA,
HARIMAU BETINA BISA MERAUNG SAMPAI 69 KALI SELAMA 15 MENIT.”
Jai harus mengakui, Talita Koum Vimana membuatnya sangat penasaran. Dia duduk di pangkuan Jai, membuai dengan suara tawanya, dan bahkan tanpa ragu mengkritik kemampuannya merayu lawan jenis. Hebatnya lagi, semuanya terjadi bahkan sebelum Jai resmi berkenalan dengan Tal.
“SELAYAKNYA TARIAN,
HARIMAU JANTAN DAN BETINA MELAKUKAN KONTAK FISIK SATU SAMA LAIN, DISERTAI SUARA RAUNGAN DAN GERAMAN.”
Jujur saja, alasan utama Tal mendekati Jai justru karena dia sama sekali bukan tipe idealnya. Dia dipilih karena alasan shallow: indah dilihat mata, asyik buat diajak make out.
Jenis yang bisa dengan gampang ditinggalkan tanpa harus merasa bersalah.
“TAHUKAH KAMU, SETELAH PROSES KAWIN SELESAI,
HARIMAU JANTAN SELALU MENINGGALKAN BETINANYA?”
Tiger arrangement, begitu keduanya menyebut hubungan mereka.
Dan ketika salah satu pihak terpikir untuk berhenti, pihak lain tak boleh merasa keberatan.
Jai dan Tal menikmati sekali hubungan kasual ini. Tak ada tanggung jawab, tak ada penyesalan... sampai salah satu dari mereka jatuh cinta.


Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA

***
“Hidup tak pernah memberi dengan gampang, apalagi jika sesuatu itu adalah yang teramat kau inginkan.” –hlm. 63

Kata orang, cara ampuh move on adalah dengan mencari penggantinya! Dan itulah yang dilakukan Talita Koum Vimana atau yang akrab dipanggil Tal. Setelah putus dengan MANTAN TUNANGANNYA dan mewek selama hampir seminggu penuh, akhirnya Tal mau datang ke pesta launching sebuah make up ternama.

Dan disana, dia bertemu dengan JAI. Bukan secara kebetulan karena memang Tal-lah yang menghampiri Jai duluan. Tal mendekati Jai karena alasan shallow : indah dilihat mata, asyik buat diajak make out. Jenis yang bisa dengan gampang ditinggalkan tanpa harus merasa bersalah. Saat ini yang Tal butuhkan adalah teman tidur. Dan Jai mengiyakannya, walaupun sebelumnya Jai menolak ajakan Tal untuk one night stand.

Lalu, apakah Tal dan Jai berpisah setelah melakukan one night stand ?
Tentu tidak.
Sebaliknya, hubungan mereka semakin berlanjut. Mereka sama – sama membutuhkan satu sama lain, layaknya simpiosis mutualisme. Sampai salah satu dari mereka jatuh cinta. Hal yang tidak boleh terjadi dalam perjanjian one night stand Tal dan Jai.

“Perasaan gue ke lo juga tak ubahnya seperti bom waktu. Cepat atau lambat bisa dipastikan akan meledak, terus lo dan gue akan saling benci karenanya.” –hal. 321


***


Setelah membaca novel ini, saya merasa Bang Ino selalu menggunakan “Masa Lalu” di sebagian besar alur ceritanya. Tapi, saya selalu suka dengan eksekusi Bang Ino yang selalu berbeda.

Karakter Tal dan Jai memang hampir sama. Sama – sama tidak ingin dilukai lagi makanya mereka enggan untuk menjalin sebuah komitmen. Saya bisa merasakan bagaimana rasanya dilukai. Saya suka dengan karakter Tal yang terasa bodoh mengenai keputusannya berpisah dengan Jai. Tapi itu menunjukkan bahwa meskipun Tal adalah tokoh fiktif, tapi juga memiliki kekurangan.

Gaya bercerita Bang Ino juga nyaman untuk dibaca. Penggunaan alur maju mundur-nya bagi saya tidak membingungkan karena Bang Ino terlihat cukup mahir dalam mengolah alur jenis ini. Setiap alurnya terasa nyata dan hidup.

Banyak TYPO. Di buku ini terlalu banyak malah. Saya saja sampai kaget karena di beberapa buku Bang Ino yang saya baca sebelumnya malah nggak ada. Ada beberapa kalimat yang tidak diikuti tanda baca koma (,) atau tanda kutip (“). Sepele ya kayaknya! Tapi bener – bener ngaruh di pembaca, karena saya juga kadang bingung.

Untuk porsi adegan dewasa, memang agak banyakan dibandingkan novel bang Ino yang lain. Tapi masih dalam taraf wajar aja sih. Jadi yang masih berusia dibawah 17 tahun, ditunda dulu ya bacanya!

Aku selalu suka dengan ending yang dihadirkan oleh Bang Ino. Selalu sweet. Bang Ino selalu punya mantra tersendiri hingga membuat cerita sulit dilupakan.

Untuk covernya, nggak usah ditanya deh! Cover novel milik Bang Ino selalu punya khas sendiri. Kesannya mewah menurut saya untuk cover novel ini. Layaknya cover novel luar negeri  #Hehehe.

Buku ini sangat saya rekomendasikan buat kamu semua. Yang masih bingung untuk memilih keputusan bernama KOMITMEN . Selamat membaca dan Jatuh Cinta!  



Yang menarik dari blog tour Christian Simamora adalah pasti ada tantangan untuk para host, kali ini kita diminta berpose ala Madonna dalam cover album Rebel Heart.


Nah, kalau ini versi saya LOL! XD

[Review] The Chronicles of Audy : 21

on Minggu, 15 November 2015




Judul : The Chronicles of Audy : 21
Nama Penulis : Orizuka
Penyunting : Tia Widiana
Cover Desainer dan illustrator : Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Proofreader : NyiBlo
Penerbit : Haru
Tanggal Terbit : September 2014
Edisi : Cetakan Kedua
ISBN : 978-602-7742-37-6
Rating : 5 dari 5 bintang

Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.

Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru : “bagian dari keluarga”

Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka, pada suatu siang, salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya padaku.

Aku tidak tahu harus bagaimana!

Lalu, seolah itu belum cukup mengagetkan, terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun.

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.

Kronik dari seorang Audy.
***

“Keluarga tidak pernah menyerah satu sama lain.” –hlm. 40

Meski Regan dengan mengharukan mengatakan kalau Audy sudah dianggap sebagai “bagian dari keluarga” (plus dia bilang akan menjaga Audy layaknya dia menjaga adik-adiknya), nyatanya, keadaan masih belum banyak berubah. Audy masih membersihkan rumah, masih mencuci pakaian, masih mencuci piring, dan masih di-bully adik-adiknya. Namun, selama sebulan tinggal kembali di rumah 4R—setelah sebelumnya ia harus pergi karena ayahnya marah ia bekerja jadi babysitter merangkap pembantu (baca : review buku pertama) terjadi banyak hal yang mengubah hidupnya. Empat cowok—Regan, Romeo, Rex, Rafael—yang awalnya dianggapnya menyebalkan, lama-kelamaan merebut hatinya dan membuat Audy berbalik menyayangi mereka.

Namun, tetap saja masalah skripsi yang harusnya ia selesaikan dengan segera, terbengkalai karena ia masih harus mengurusi 4R. Seolah masalah skripsi itu belum cukup membuatnya kelabakan, suatu hari R3 mengatakan kalau dia menyukai Audy, lalu seakan pernyataan cintanya itu belum cukup menjungkir balikkan kehidupannya, orang yang selama ini tak pernah ia bayangkan akan hadir dalam hidupnya, muncul secara mendadak dan membuatnya semakin diserang kegalauan yang hebat.

“Perasaan kamu itu bikin aku bingung. Kamu selalu bikin aku membuat penjelasan. Kamu selalu bikin aku menunggu-nunggu. Kamu selalu bikin aku merasa bersalah. Dan tetap, kamu nggak meminta jawaban. Kamu bahkan nggak peduli pendapatku soal itu. Kamu yang saat ini, Rex Rashad, adalah orang yang egois.” –hlm. 229
***
Saya akui me-review buku bagus itu susah-nya minta ampun. Saya sampai membutuhkan waktu hampir 2 minggu untuk berpikir bagaimana me-review buku ini. Saya sempat merasa blank dan membutuhkan waktu untuk berpikir.

Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa seri The Chronicles of Audy ini selalu ditunggu-tunggu oleh para pembaca setia kak Orizuka. Termasuk saya. Apalagi seri ketiga buku ini yang berjudul The Chronicles of Audy : 4/4 juga sudah terbit.

Karya-karya kak Orizuka memang tak pernah mengecewakan para pembacanya. Karyanya selalu asyik dibaca dalam sekali duduk. Saya ingat, saya hanya butuh waktu 5 jam untuk membaca buku ini. Ada banyak hal yang saya sukai dari seri ini. Yang kebanyakan menceritakan tentang kronik seorang Audy Nagisa dalam menghadapi 4R. Selain karakter mereka yang terasa hidup, saya menyukai kegiatan ‘keluarga’ yang disajikan oleh penulis. Banyak sekali sisi positif yang saya dapat dari buku ini. Meskipun unsur romance-nya sedikit namun di sepanjang cerita dalam novel ini penulis menyuguhkan pesan moral yang patut untuk direnungkan.  Seperti misalnya bahwa keluarga tidak menyerah satu sama lain. Bagaimana Audy mengubah kepribadian Rafael, lalu mengajari Romeo untuk mengubah sifatnya yang tidak mau mandi terlebih mencuci rambutnya membuat konflik dari buku ini semakin bervariasi.

Membaca kisah mereka membuat saya menemukan keluarga baru. Keluarga baru yang tidak akan saya temukan dimana pun. Keluarga yang saling mendukung satu sama lain, keluarga yang kompak dan konyol (menurut saya >_<)

Ada yang bertanya tokoh favorit saya dalam buku ini? #Nggak!!
Semuanya. Semua tokoh dalam novel ini menjadi favorit saya. Namun, ada satu yang special. And he is…Rex. Sosok terpelajar yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk prestasi akademis, tapi tertutup, sensitive dan dingin—sikap yang kemungkinan besar muncul karena merasa dirinya genius menghipnotis saya untuk menyukainya. Sikapnya yang cuek namun diam-diam memperhatikan ini bikin saya gemas.

Di dalam buku ini konflik Audy Nagisa lebih dijelaskan secara kompleks lagi. Penggunaan kata-kata kak Orizuka yang ringan membuat saya tidak bosan untuk membalikkan halaman demi halaman sampai saya lupa waktu :D Saya selalu gemas dengan sikap Audy yang terkesan cuek padahal ia sendiri ingin meminta kejelasan. Ketika akhirnya amarah Audy meledak, saya bersiul senang, “Ini nih yang saya tunggu!”

Jadi menurut saya sendiri (karena beda orang, beda tipe juga) novel yang menarik itu yang mampu memberikan banyak sisi positif, pengetahuan baru, pesan moral yang harusnya direnungkan dan pelajaran hidup kepada para pembacanya. Tidak sekedar menunjukkan kelihaian menulis atau keindahan cerita yang disuguhkan saja. Seperti novel ini misalnya.
Dan membaca novel ini makin membuat saya lebih mengenal sosok 4R1A.