[Review] Sukses Membangun Toko Online

on Jumat, 17 April 2015


Judul : Sukses Membangun Toko Online
Nama Penulis : Carolina Ratri
Penerbit : Stiletto Book
Editor : Herlina P. Dewi
Proof Reader : Weka Swasti
Desain Cover : Teguh Santosa
Layout Isi : Deeje
Tanggal Terbit : Juli 2014
Edisi : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-7572-29-4
Rating : 4 dari 5 bintang

“Seorang pemenang tidak akan menyerah hanya karena mengalami beberapa kegagalan, atau menjumpai sedikit tantangan untuk dikalahkan di depan mata.” hlm. 202

Buku Sukses Membangun Toko Online yang tergolong non fiksi—buku pandungan ini memang sangat bermanfaat. Terutama bagi para pemula yang ingin membuka toko online tapi masih bingung bagaimana cara membuatnya atau step-step yang perlu diperhatikan.

Salut deh sama kak RedCarra yang punya ide buat buku panduan seperti ini. Ide membuat buku panduan seperti ini memang sederhana, tapi tak banyak yang bisa melakukannya. Jadi, buat orang-orang yang masih ragu-ragu untuk membuat toko online, dengan adanya buku panduan ini mereka sangat terbantu.

“Tidak ada kesuksesan tanpa usaha dan kerja keras.” hlm. 196

Dalam Sukses Membangun Toko Online kak RedCarra mengupas tuntas tentang dunia toko online yang mungkin sangat awam bagi sebagian orang. Apalagi buat orang yang belum mengerti dunia per-online-nan atau yang gaptek, buku ini setidaknya membantu mereka yang ingin sukses dalam menjalani bisnis online.

“Masalah memang akan selalu tampak rumit, namun ketika kita sudah mendapat jalan, kadang kita tersadar kalau ternyata solusinya begitu sederhana.” hlm. 199

Sukses Membangun Toko Online berisi tentang pengenalan sebelum kita benar-benar membuat website tentang toko online, seperti ‘Apa itu toko Online ?’ dan ‘Mengapa berbisnis Online?’ Jadi kita semakin mantap untuk membangun toko online dengan adanya panduan ini.

Di bab selanjutnya kita akan dikenalkan tentang persiapan toko online yang meliputi penentuan sistem penjualan, produk yang dijual, jasa pengiriman, dsb. Apalagi kita akan di ajari juga untuk membuat logo toko sendiri, membuat website dan mempercantik tampilan website kita . Keren kan ? Kurang komplit apa lagi coba informasinya ?
Informasi tentang website penyedia template gratis yang diberikan oleh kak RedCarra juga sangat bermanfaat. Terumata untuk saya *hehe.

Memang sih kalau kita cari di mbah google cara membuat website atau tips-tips membangun toko online ada, tapi kita sendiri bakalan malas bacanya kalau dalam bentuk softcopy. Dan kalau dibukukan seperti ini pembaca dimudahkan dalam membaca. Apalagi kalau sudah dibukukan seperti ini, mau dibawa kemana pun dan mau dibaca dimana pun, ni buku ayo-ayo aja kan ?

Kalau mengecek editornya yang ada dua, harusnya bebas dari typo. Tapi ini masih ada, seperti di halaman 16 dan 143.

Agak pusing dan bingung memang kalau hanya membaca tanpa mempraktekkannya. Jadi benar kata penulis, sambil baca sambil dipraktekkan juga *hehe. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Jadi selain dapat ilmunya, kita juga dapat membuat website untuk toko online kita tanpa kebingungan.

Saya jadi makin semangat mengutak-atik blog sendiri dengan adanya pandungan dari buku ini. Informasi tentang Blogspot, fungsi dari masing-masing elemen-elemen di dalam Blog, serta informasi tentang  Do’s dan Don’t’s membuat saya semakin mengerti.

Sebenarnya masih banyak hal penting lainnya, namun saya tidak mungkin menuliskan semuanya disini. Covernya simple, perpaduan warnanya balance, dan overall saya memberi 4 bintang untuk novel non-fiksi ini. Kalo gitu yuk mulai membuat toko online dengan panduan buku ini^^

[Review] Stand Strong




Judul : Stand Strong
Nama Penulis : Nick Vujicic
Alih Bahasa : Agnes Cynthia
Desain Sampul : Kristopher K. Orr
Foto Sampul : Mike Heath, Magnus Creative
Setting : Sukoco
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit : 2014
Edisi : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-03-0883-8

“Kau bisa mengatakan hal-hal buruk tentangku, tapi kau tak akan bisa menyentuh siapa diriku dari dalam. Kau tak bisa membuatku merasa diriku buruk. Aku tahu siapa diriku, dan aku berdiri di atas kedua kakiku sendiri.” –hlm. 46

Kita semua pernah merasa kesepian di titik tertentu dalam hidup kita. Tak seorang pun di dunia ini yang tidak pernah merasa berbeda atau terasing pada suatu waktu. Namun, kau bisa melakukan sesuatu tentang hal itu, yaitu berhenti menunggu dunia mendatangimu dan mengulurkan tanganmu sendiri untuk meraihnya.

Tidak ada jaminan bahwa penindas tak akan datang dan mengincarmu, atau bahwa setiap hari akan sama seperti hari lain, tapi selama kau menolak membiarkan orang lain mengendalikan perasaanmu terhadap diri sendiri atau terhadap cita-cita dan tujuanmu, kau akan baik-baik saja.

Namun, tetap saja, bila kau ditindas, rasanya menyakitkan. Itu pengalaman yang sangat buruk yang sering kali terasa seolah-olah tak akan berakhir.


“Memiliki impian itu baik, tapi kau takkan pernah bisa mendapatkan hidup yang kauinginkan kecuali kau bangkit dari tempat tidur dan pergi mengejarnya.” –hlm. 57

Kalau kita membiarkan penindas menyeret kita jatuh dengan kekejaman dan keburukan mereka, kenapa kita tidak bisa menarik diri kita untuk bangkit dengan menjadi sahabat bagi diri kita sendiri dan membangun keyakinan serta semangat kita ketika kita memerlukan dorongan?
Remaja sering kali bersikap sangat kritis terhadap dirinya sendiri. Pada tahun-tahun itu, kita selalu membandingkan diri dengan teman sekelas atau sahabat dan bertanya mengapa kita tidak bisa setinggi pemuda itu, atau secantik gadis itu, atau lebih populer, atau lebih atletis, atau lebih pintar. Kalau kita bisa bersikap kritis pada diri sendiri, kenapa kita tidak bisa membangkitkan semangat kita sendiri juga?

“Kau tidak perlu membuat orang lain terkesan. Semata jadilah diri sendiri dan biarkan mereka mencaritahu sekeren apa dirimu.” –hlm. 126

Mungkin berbaik hati kepada mereka yang menindasmu tidak akan membuat mereka berhenti, setidaknya dengan segera. Tidak ada jaminan. Beberapa dari mereka pada dasarnya memang kejam dan pemarah. Jadi, berbaikhatilah. Terus tanam benih-benih kasih itu. Bila kau tidak memiliki sahabat, jadilah seorang sahabat. Berikan pelukan secara cuma-cuma. Berikan senyum gratis. Kau tak akan pernah tahu apa yang akan tumbuh dari kebaikanmu. Terkadang keajaiban terjadi. Kau bahkan dapat mengubah seorang penindas menjadi sahabat.

“Jadilah sahabat bagi dirimu sendiri. Ampuni kesalahan, kelemahan, dan kegagalanmu. Berbaikhatilah terhadap dirimu sebagai gantinya. Berfokuslah pada hal-hal yang baik.” –hlm. 39


Nick Vujicic adalah penulis terlaris internasional versi New York Times, penginjil, pembicara motivasi, dan pemimpin organisasi nirlaba Life Without Limbs. Dia telah menginspirasi jutaaan orang di seluruh dunia, berbicara di depan orang dari segala usia mengenai cara untuk mengatasi berbagai rintangan, meraih impian, serta tak pernah menyerah.

Setiap orang pernah merasa ditindas, begitu juga dengan Nick. Yang terlahir tanpa tangan dan kaki. Yang sering mendapat ejekan, hinaan, dan cemooh tentang dirinya dari orang-orang disekitarnya. Penindasan itu berlanjut sampai dia beranjak dewasa. Bahkan dia sempat berencana untuk bunuh diri. Nick mengira ia takkan bisa pergi berkuliah, mencari nafkah, atau memberikan sumbangan kepada dunia. Dia mengira tak ada wanita yang mencintainya sebagai seorang suami, dan tak pernah terpikir bahwa ia akan bisa menjadi seorang ayah.

Sebenarnya, siapapun takkan bisa membayangkan rencana apa yang dimiliki Allah bagi kita. Jadi, Nick menyarankan bahwa kita bersama-sama bertahan untuk melihat kebaikan apa yang telah dirancangkan hidup ini bagi kita.

Melalui buku Stand Strong ini, Nick, memberikan berbagai strategi untuk membangun “sistem pertahanan terhadap penindasan” agar kita bisa mengatasi dan mengalahkan berbagai jenis penindasan dengan membangun kekuatan dari dalam diri kita.

Dalam buku ini pula saya tahu bahwa teman-teman yang menjadi sahabat bisa memberikan pengaruh terbaik dalam hidup atau malah yang terburuk. Itulah sebabnya, sangat penting untuk memilih teman-temanmu dengan cermat.

Ini pesan Nick untuk kita : Kalau seseorang melukaimu, jadilah pribadi yang mengulurkan tangan kepada orang yang sedang terluka. Kalau kau tidak diperlakukan dengan penuh kasih, ubahlah pola itu dengan menawarkan kasih kepada orang lain. Kalau tak ada seorang pun yang mau berdiri bagimu, berdirilah bagi orang lain.

Jadilah begitu nyaman dengan diri sendiri agar orang lain juga bisa merasa nyaman dengan dirimu. Ciptakanlah kehidupan yang membuat begitu bersukacita sampai mereka ingin turut serta dalam kebahagianmu.

Ini benar-benar buku yang sangat menginsiprasi. Tentang perjalanan hidup Nick yang tak mudah. Ia bisa bangkit dan merengkuh orang-orang yang menindasnya. Ia pernah merasakan sakit hati. Namun, ia tak membiarkan perasaan itu membelenggu dirinya. Sebaliknya, ia mengulurkan tangannya dan memaafkan mereka semua. Karena Nick percaya bahwa menawarkan kebaikan dan kasih tanpa mengharapkan imbalan apapun adalah tindakan yang heroik. Butuh lebih banyak keberanian untuk memberi tanpa mengharapkan balasan ketimbang memberi dengan mengetahui bahwa kau akan mendapatkan sesuatu sebagai gantinya.

[Review] Gerobak Lee Myung Bak




Judul : Gerobak Lee Myung-bak
Nama Penulis : Lee Myung-bak
Penerjemah : Lulu Fitri Rahman
Penyunting : Abu Ibrahim
Pewajah Sampul : Hussein
Pewajah Isi : Nurhasanah Ridwan
Penerbit : Pustaka Inspirasi
Tanggal Terbit : Juni 2014
Edisi : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-97069-7
Rating : 5 dari 5 bintang

“Lebih baik melupakan yang bagus-bagus dan justru mengingat yang buruk-buruk. –hal. 224

Awalnya saya tidak sempat berpikir ingin membaca novel inspiratif seperti ini *saya akui, saya lebih suka novel bergenre fantasy, thriller dan romance. Sama sekali tak pernah berpikir ingin membaca buku yang seperti ini.

Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan buku ini. Saya sampai bingung mau memberi review seperti apa. Menurut saya buku ini sudah mencakup semuanya. Menarik, iya. Penuh inspirasi, juga iya. Menguras emosi, iya.  Mengharukan, iya. Hebat, iya. And I Love This Book^^

Buku ini cukup menarik. Idenya juga masih fresh, karena mengangkat kisah perjalanan + perjuangan seseorang dari zero to hero. Penggabungan alurnya juga seimbang. Malah saya rasa begitu baik dan berurutan. Beberapa kisah flashback yang ditonjolkanpun begitu terasa.
Saya sempat berpikir, apa iya beliau (Lee Myung-bak) pernah mengalami semua ini ? Semiskin apasih ? Sampai-sampai berulang kali beliau kelaparan ?

Ya, saya akui, banyak hal yang harus dilalui sebelum mencapai kesuksesan. Banyak rintangan. Kadang kita akan jatuh berkali-kali. Gagal berkali-kali. Seperti sebuah pepatah, “Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.”

Sifat pantang menyerah dan pekerja keras saya temukan dalam diri Lee Myung-bak. Karena sudah muak akan kemiskinan yang membelenggu keluarganya, ia bertekad untuk merubah semuanya. Ia ingin berhasil, ia ingin setidaknya memperbaiki kehidupan keluarganya. Ia tidak ingin lagi kelaparan dan ingin lepas dari kemiskinan. Ia juga tak pernah menganggap kemiskinan sebagai alasan. Kemiskinan justru membantu memperkuat semangatnya. Dan ia berketad tak akan membiarkan kemiskinan itu mencekiknya.

“Dulu, kami hidup dalam tekanan dan sangat mendambakan kehidupan yang lebih baik. Inilah yang menggerakkan kami untuk melakukan apa yang dianggap mustahil oleh banyak orang.”    –hal.11

Lee Myung-bak melakukan banyak pengorbanan yang menjadikan mozaik dirinya begitu indah dan kaya. Inilah kisah buku yang amat sangat luar biasa dan mengagumkan. Buku yang berkisah tentang seorang bocah miskin dari Pohang yang mampu menjadi Presiden Korea Selatan. Amazing !!

Dan saya tahu, dalam bukunya ini ia ingin menceritakan pada semua orang bahwa tidak ada rintangan yang menghalangi seseorang untuk menjadi besar. Asalkan ada kemauan dan keyakinan untuk berjuang, pasti ada jalan yang menuntun kita untuk bisa meraih mimpi dan kesuksesan.

“Tantangan kerap memunculkan ketakutan, tetapi juga mengeluarkan potensi diri.” –hal.13

Saya tak henti-hentinya berdecak kagum. Saya juga kagum dengan keluarga Lee Myung-bak. Terutama ibunya. Ya, sedari kecil Lee Myung-bak di didik ibunya dengan baik. Peran didikan ibunya inilah yang saya yakin membuat Lee Myung-bak bisa sampai sekarang ini (bisa menjadi CEO Hyundai Construction dan Presiden). Ibu Lee Myung-bak selalu bekerja keras. Mungkin sifat inilah yang menurun kepada Lee Myung-bak.

Saya bahkan terkikik geli ketika ibunya menyuruh Lee Myung-bak membantu tetangganya. Ketika Lee Myung-bak memprotes, ibunya segera berkata, “Tetangga itu lebih dekat daripada kerabat.” Dan setelah saya pikir, hal itu memang benar. Orang pertama yang akan membantu kita dalam keadaan mendesak adalah tetangga. Orang yang mengetahui kalau kita sakit atau akan mengadakan hajatan juga tetangga duluan. Sementara kerabat, kalau ia tinggalnya jauh, ia akan jadi orang kedua. Hal lain yang saya kagumi dari sosok ibu Lee Myung-bak adalah dia ingin anak-anaknya belajar untuk melayani dengan tulus. Namun saya menyayangkan satu hal, bahwa ibu Lee Myung-bak dalam mimpinya pun ia tidak bisa lepas dari kemiskinan.

Tentang perjalanan hidupnya, saya akui tidak mudah. Kalau saya menjadi dirinya, mungkin saya tidak sanggup. Membayangkan harus mengisi gerobak sorong dengan sampah lalu mengangkutnya sejauh beberapa kilometer sampai enam kali atau bahkan lebih membuat saya bergidik. Saya benar-benar tidak akan sanggup. Dan Lee Myung-bak memang hebat. Ia benar-benar berhasil tanpa ada kata “MENYERAH.”

Saat menjadi CEO Hyundai Construction pun berbagai cobaan pernah menimpanya. Namun ia berhasil mengatasi semuanya. Saat memasuki dunia politik dan memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai wali kota Seoul *namun kalah dalam pemilihan, ia juga bersikap sportif. Ia menerima kekalahan itu. Dan saat ia berhasil menjadi wali kota Seoul tahun 2002, ia melakukan banyak perubahan. Sosoknya benar-benar hebat dimata saya. Dan pada tahun 2007 beliau mendapat kesempatan lain untuk melayani negaranya. Beliau terpilih sebagai Presiden Republik Korea yang ke-17.

Ia pernah kelaparan, ia pernah tinggal di kuil tua, ia pernah kesulitan saat ingin masuk SMA, ia pernah dipenjara saat menjadi aktivis mahasiswa yang menentang pemerintah, ia pernah kesulitan mencari pekerjaan, dan ia pernah dihajar oleh orang-orang mabuk saat melindungi sebuah brankas. Itulah gambaran kecil dari kehidupan yang begitu memilukan dan penuh perjuangan sebelum akhirnya ia mencecap manisnya menjadi seorang CEO Hyundai Construction dan Presiden Korea.

Saya tidak banyak menemukan kekurangan dalam buku ini. Terjemahannya cukup bagus. Terimakasih kepada para penerjemah, penyunting, juga orang-orang yang telah menjadikan buku ini ada. Dan novel ini benar-benar penuh inspirasi. Buku yang berisi kisah mengharukan ini, mampu membuat hati saya terketuk. Saya ingin mimpi-mimpi saya menjadi nyata. Maka dari itu, berulang kali saya mengingatkan diri untuk terus bekerja keras dan pantang menyerah. Dan buku ini banyak memberi manfaat untuk pembacanya. Overall, saya benar-benar tidak kecewa setelah membaca buku ini. Kisah yang mengagumkan dan hebat ini, akan terus saya ingat.

“Bagi bocah miskin dari Pohang, perjalanan ini telah menjadi petualangan besar dan, yang terpenting, kehormatan besar.” –hal.400