Liebster Award

on Sabtu, 07 Februari 2015

Hari itu iseng-iseng lagi buka blogger, ya niatnya sih ingin balesin komentar-komentar yang belum sempat dibales. Tapi nggak tahunya, ada komentar yang langsung buat saya kaget. Ya…kaget (tapi nggak langsung jantungan gitu juga) cuma kejang-kejang aja sih.

Yupp…dikomentar itu saya dinominasikan buat dapet Liebster Award. Awalnya bingung juga. Apaan sih Liebster Award ini ? Kok saya baru denger ya ? (Yahh…ketahuan deh kalau kudet) Tapi setelah coba searching, jadi tahu deh.

Rules Liebster Award :
1.   Penerima award wajib berterima kasih kepada pemberi award
2.   Penerima award harus mendeskripsikan 11 hal tentang dirinya
3.   Penerima award harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh si pemberi award
4.   Penerima award harus memilih 11 blogger untuk menerima award ini dan juga harus memberikan 11 pertanyaan untuk mereka

Setelah lihat rules itu, saya jadi excited banget. Award semacam ini kesannya unik juga. Oke, yang pertama, saya mau mengucapkan banyak-banyak terima kasih buat Gamal Kevin Alega yang udah mau-maunya menominasikan saya ke Award ini. Ya…saya termasuk seorang blogger yang baru-baru ini muncul dengan blog dan postingan yang masih ecek-ecek. Pokoknya matursembahnuwun. Thank you. Khamsahamnida. Arigato.


Dan inilah 11 hal tentang saya :
1.   Maniak buku (Mau novel, komik atau apapun), dengan genre apapun, yang masih kategori buku (paperpack atau e-book) pasti langsung dilahap.
2.   Saya lebih suka menyendiri dengan novel-novel saya daripada ngrumpi dengan teman cewek-cewek saya,
3.   Love music (Pokokhnya bukan musik metal yang bisa menyakitkan telinga itu)
4.   Reviewer.
5.   Jomblo.
6.   Orang paling sabar diantara keluarga saya.
7.   Paling jago kalau soal hafal-menghafal dan paling lemot kalau sudah masuk hitung-menghitung.
8.   Paling suka berlama-lama di toko buku (Cuci mata)
9.   Sampai sekarang masih suka sama cowok yang smart. Karena menurut saya cowok pinter itu keren^^
10. Kalau satnight kerjaannya di rumah doang.
11. Pengidap sifat cuek yang akut.


Selanjutnya, saya akan menjawab pertanyaan yang telah diberikan oleh Gamal :

1.   Siapa dirimu ?
Cewek berusia 18 tahun yang masih mencari jati diri. Masuk kategori cewek pendiam yang cuek dan menyukai warna hitam. Geek of book and music.

2.   Dari kapan mulai ngeblog ?
Tahun lalu.

3.   Kenapa bisa kenal dengan dunia blogging ?
Karena hoby baca buku dan ingin membagikan sebuah review tentang buku itu, akhirnya iseng-iseng buat blog dan sekarang malah ketagihan pengen terus nge-blog.

4.   Isi blogmu apa saja ? Jelaskan.
Karena judulnya udah Si Kutu Buku, yang pasti semua isi postingan di blog ini adalah tentang buku (review buku, quotes buku, dan reading challenge yang masih tentang buku)

5.   Kalo kamu patah hati, apa yang kamu lakukan? Alasannya?
Paling juga dengerin lagu-lagu mellow, yang ujung-ujungnya juga bikin nangis. Ya..biasa cewek…kerjaannya mewek kalau udah menyangkut perasaan.

6.   Suka makan? Alasannya?
Suka aja, nggak tahu kenapa.

7.   Keinginan terbesar ?
Kalau tahun ini pengen lulus UN sama masuk ke perguruan tinggi. Kalau kedepannya pengen jadi reviewer professional yang nggak pernah ninggalin dunia perbukuan.

8.   Punya social media apa aja ?
Facebook, Twitter, Instagram, Google+. Cuma itu yang keinget.

9.   Kalau tiba-tiba ada yang ngajak kamu keluar negeri, mau gak ?
Tergantung. Keluar negerinya mau ngapain dulu.

10. Arti dunia menurutmu ?
Adventure.

11. Pernah Fall in Love di Internet ?
Pernah. Tapi nggak mau ngulangin lagi.

Sekarang saatnya saya menunjuk 11 blogger yang akan menerima award ini :
a.   iJeverson 
b.   Bagoezone 
c.   SelviaSari 
d.   FikriMaulana 
e.   Iilajah 
f.   LibertoTri Putra 
g.   QheFalkhi 
h.   Ruri 
i.   Nova Tri 
j.   Dimaz Risen 
k.  Dewi“Dedew” Rieka

Dan inilah 11 pertanyaan yang saya ajukan :
1.   Deskripsikan dirimu dalam 3 kata !
2.   Keinginan terbesarmu yang saat ini sedang kau wujudkan ?
3.   Hal paling absurd apa yang saat ini sedang kau pikirkan ?
4.   Arti jomblo menurut kamu ?
5.   Motto hidupmu ?
6.   Punya temen adu tolol favorit ? Siapa ?
7.   Suka baca nggak ? Kenapa ?
8.   Menurutmu, kamu itu orang yang pinter apa keren ? Alasannya ?
9.   Tuliskan satu saja, quotes yang kamu sukai dari novel yang pernah kamu baca ?
10. Sebutkan 5 judul novel terbaik menurut kamu, yang pernah kamu baca !
11. Berikan kritik dan saran mengenai blog saya ini !

Finally, selesai juga. Untuk 11 blogger yang saya tunjuk itu, saya tunggu balasan kalian ya, guys ! See you next time and good luck !

[Review] Love Puzzle

on Kamis, 05 Februari 2015




Judul : Love Puzzle
Nama Penulis : Eva Sri Rahayu
Penyunting : Ifnur Hikmah
Penyelaras Aksara : Novia Fajriani & Anisa
Penata Aksara : Nurul & Anisa
Perancang Sampul : Fahmi Ilmansyah
Penerbit : Noura Books
Tanggal Terbit : November 2013
Edisi : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-1606-04-9


 “Kesendirian menyadarkannya akan arti kehilangan. Bukan kehilangan biasa, tetapi belahan jiwa.” (hlm. 125)

Love Puzzle bercerita tentang gadis bernama Risa. Gadis yang tidak takut dengan hantu, pribadi yang suka memotret, dan mudah bergaul. Kesenangannya dalam mengabadikan setiap tempat membuatnya menemukan spot yang bagus untuk memotret. BIM (Bandung Indah Mall) adalah tempat yang baru-baru ini dikunjunginya, yang membuatnya bertemu dengan Raja.

Keanehan demi keanehan saya temukan disini. Dan yang saya tahu keanehan itu menjurus ke tokoh Raja. Terbukti ketika Risa bertemu kembali dengan Raja di lapangan basket indoor tempat latihan klub basket professional untuk memotret temannya—Reta. Disana, Raja berkata bahwa ia tidak mengenal Risa.

Raja yang ia temui di atap BIM dan Raja yang ia temui di lapangan basket itu terlihat seperti dua orang yang berbeda. Kadang baik, kadang bisa juga menyebalkan. Risa bahkan berkata bahwa Raja memiliki seribu kepribadian, tanpa menyadari bahwa sebenarnya banyak misteri dibalik itu semua. Pertemuannya dengan Raja di atap BIM pun tanpa disadari menyeret Risa pada masa lalu yang kelam, penuh akan tangis dan luka.

Setelah berjumpa dengan si kembar Ares dan Orion, Jae In dan Jae Kwon, kini saya berjumpa lagi dengan si kembar Iskandar dan Alexander. Yang lagi-lagi buat saya nangis.

Ada banyak adegan flashback yang disajikan oleh penulis. Terutama flashback tentang Raja di bagian tengah cerita yang membuat saya terkejut, dan berpikir bahwa puzzle-puzzle yang ditebarkan oleh penulis memang hanya akan terangkai dan membentuk gambar jika kita sampai di halaman terakhir.

“Kenangan, kadang terasa lebih nyata dari kenyataan. Seberapa pun besarnya perjuangan membuat kenangan itu jadi nyata, kenangan hanya hidup dalam ingatan.” (hlm. 68)

Setelah bertemu dengan sosok Raja yang misterius, Risa bertemu dengan Ayara. Gadis yang digambarkan seperti boneka kaca, transparan, rapuh, pucat dan mucah pecah, yang membuat setiap orang harus berhati-hati memperlakukannya.

Saya merasa novel ini lebih menitikberatkan pada kejadian masa lalu yang dialami oleh Raja dan Ayara yang melibatkan Risa didalamnya. Konflik yang disajikan penulis pun berkaitan dengan masa lalu. Tentang permasalahan yang sering dihadapi oleh anak kembar.

“Kalian selalu membandingkan kami, membuat kami seolah-olah siapa yang lebih menurut lebih kalian sayangi. Perbandingan itu membuat kami hidup seperti kompetisi.” (hlm. 185)

“Tanpa sadar, perbandingan dari orangtua memunculkan rasa ingin lebih unggul, walaupun mereka saling mencintai. Ada rasa sakit sekaligus bangga setiap kali salah satunya dipuji atau dijatuhkan. Dunia mereka memang berbeda, dunia yang tidak dipahami orang lain. Mereka selalu bersama, berbagi segalanya. Dalam hidup mereka tak ada yang menyakiti, hingga berbagi cinta dan imajinasi. Tidak ada yang menjadi bayangan dan sinar.” (hlm. 142)

Membaca novel ini saya merasa seperti penulis seakan-akan memang sedang menguji emosi para pembacanya. Why? Karena berulang kali saya ingin marah dan nangis dalam waktu bersamaan. Marah karena konflik yang dihadapi anak kembar memang benar dan selalu begitu. Menangis karena anak kembar sering kali menerima perlakuan yang tidak adil. Jangan tanya kenapa saya bereaksi seperti itu. Karena saya sendiri juga kembar. Saya bahkan lebih bisa merasakan apa yang tokoh-tokoh dalam novel ini rasakan karena saya memang pernah mengalaminya.

Oke, stop ! Fokus.
Novel ini sarat akan pesan. Novel ini juga menyadarkan kita akan pentingnya ketulusan, kebersamaan, kehilangan, luka dan cinta. Tentang rumitnya kisah cinta remaja yang masih terbelenggu akan masa lalu. Juga tentang konflik anak kembar yang penuh akan luka.

“Begini rasanya kehilangan bahkan ketika tidak pernah memiliki.” (hlm. 140)
“Cinta dilahirkan, bukan diciptakan. Cinta bukan ‘tidak harus memiliki’, tetapi memang ‘tak semua cinta bisa memiliki’ ”. (hlm. 234)

Sebelum mata saya kembali memanas dan perih, saya ingin mengatakan satu hal untuk kalian. Pesan ini saya dapat dari sang penulis di akhir halaman.

“Untuk semua anak kembar, bersinarlah dengan warna kalian masing-masing.”

Trust me! Kalian harus baca buku ini. So, saya rasa 4 bintang pantas didapatkan oleh novel ini.