Review #10 Angel, Kisah Seorang Gadis dan Pria Tampan Jelmaan Malaikat Maut

on Kamis, 06 November 2014


Judul : Angel, Kisah Seorang Gadis dan Pria Tampan Jelmaan Malaikat
Nama Penulis : Ashara
Penerbit : Safirah
Editor : Addin Negara
Tata Sampul : Ferdika
Tata Isi : Lestari
Pracetak : Wardi
Tahun Terbit : Mei 2012
Edisi : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-191-315-4




Sinopsis :

Azalea melemah, “Aku membutuhkan gadis itu sekarang! Serahkan dia padaku, Angel! Jika tidak, aku akan merebutnya paksa darimu.”
***
Kehidupan Ellectra Wood yang tenang dan cenderung membosankan tiba-tiba berubah setelah menjalani operasi cangkok jantung yang seharusnya tak berjalan dengan sukses. Suara-suara aneh mulai kerap menghantui pikirannya. Dan, pembicaraan tanpa wujud itu hanya merujuk pada dua nama: Angel dan Azalea. Elle pun harus menghadapi serangkaian kejutan yang tak terbayangkan.
Semua itu tak lepas dari sosok orang-orang yang satu per satu hadir di kehidupannya, mulai dari D.A. Vanderson dengan sikap dinginnya, Jenny McCaughill dengan keramahannya yang dibuat-buat, Eric Cavallari dengan sikap penuh tanggung jawab, namun berpamrih, hingga Rosarynn yang bertindak bagai psikopat karena menginginkan nyawa Elle.
Kolaborasi keempatnya menciptakan serangkaian scenario atas gadis itu. Sebuah scenario perburuan memperebutkan nyawa Elle demi menolong Azalea.
Siapakah sebenarnya Azalea? Mengapa Angel selalu berusaha menghalangi pembunuhan itu? Siapa sebenarnya keempat orang itu? Kisah perburuan nyawa yang berlandaskan cinta segi banyak menjadikan setiap konflik dalan novel ini terjalin dengan apik, mendebarkan, juga penuh kejutan. Sebuah perpaduan antara romance dan thriller yang sempurna!
Selamat membaca!

Yeyyy !!! Si Kutu Buku alias Si Maniak ini akhirnya sudah me-review 10 buku dalam dua bulan. Pencapaian yang ngebut pakek banget ya *hehe. Sebenarnya saya punya koleksi buku yang tidak bisa dibilang sedikit. Sekitar 60 novel-lah yang sekarang ini menumpuk di rumah saya. Dan sepuluh diantaranya (yang sudah saya review) ini adalah buku yang baru saya beli. Buku lama koleksi saya belum saya review. Kenapa ? Karena saya belum ada waktu buat baca lagi. Soalnya saya juga lagi berperang dengan waktu(?) Baiklah…tanpa berlama-lama, yuk simak saja review dari saya.

My Review :

“Siapa yang tidak takjub melihatnya? Angel terlalu sempurna. Ketampanannya tidak tertahankan. Tapi, dia adalah milikku.” (hal. 273)

Novel Angel bercerita tentang seorang gadis bernama Ellectra Woods. Yang berkarakter kuper, anak penurut dan kelewat rajin, rapuh sekaligus tangguh, pendiam namun sekali waktu bisa menjadi sangat konyol. Hidupnya menjadi sangat aneh setelah gadis itu menjalani operasi
cakok jantung. Suara-suara aneh muncul dalam pikirannya. Yang berhasil membuatnya hampir sinting. Bukan, ia tidak hampir sinting. Namun ia menganggap dirinya sinting. Kenapa ia harus terlibat dalam percakapan aneh dan segala omong kosong tentang Angel, Azalea, dan lain-lain. Ia bahkan ditimpa kemalangan beruntun dan kegilaan aneh.

Tentang orang-orang yang mulai hadir dalam hidupnya seperti D.A. Vanderson, Jenny McCaughill, Eric Cavallari hingga Rosarynn yang sama-sama menginginkan nyawanya (D.A. Vanderson tidak termasuk, ia malah terus melindungi Elle) Bayangkan, dua puluh empat jam belum berlalu namun Elle nyaris tewas tiga kali dalam sehari.

“Berpura-puralah ceria di saat situasi sedang menekanmu. Sehingga dari kepura-puraan itu, akan muncul suntikan semangat yang membuatmu ceria sungguhan.” (hal. 282)

Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan novel ini. Bukan…bukannya tidak ada, tapi saya tidak tahu bagaimana menggambarkan novel ini dalam kata-kata. Novel ini sudah mencakup semuanya. Cinta? Iya. Ketulusan? Iya. Pengorbanan? Iya. Romance? Iya. Thriller? Apa lagi..sangat iya. Amazing? Sangat malah. Keren? Bukan keren lagi…tapi double keren. Jadi dua kata lah yang mau saya sampaikan. Yang pertama W.O.W !! Yang kedua T.O.P

Saya bingung mau berkomentar seperti apa. Karena saya sudah dibuat meleleh duluan oleh novel karya kak Ashara ini. Saya kira ini novel terjemahan. Karena bahasanya mirip terjemahan novel barat. Namun, setelah tahu kalau penulisnya, penulis dalam negeri, barulah saya terbengong-bengong. Bahasanya mirip banget sama kayak novel terjemahan. Bukan hampir mirip…tapi mirip banget. Detail. Karena sekarang ini saya sudah bisa membedakan ciri khas antara novel Barat dan novel Indonesia, Jepang atau Korea, jadi saya tahu kalau novel ini lebih condong ke barat. Meskipun novelnya lebih condong ke barat-baratan, tapi it’s okay lah…karena novel ini mampu membuat saya tak henti-hentinya berdecak kagum.

Narasinya yang panjang dan merobek mata memang sedikit mengganggu bagi sebagian orang…namun saya malah tidak terganggu dan tidak pernah bosan membalikkan halaman demi halaman dalam novel ini.

Penulis juga menyajikan penggambaran karakter para tokohnya dengan sangat beragam dan seakan-akan nyata. Sebut saja :
D.A. Vanderson : Tenang, dingin, misterius, tampan dengan mata berwarna cokelat tua nyaris hitam. Yang menjadi tokoh favorit saya dalam novel ini.

Penulis menyajikan alur yang smooth namun mendebarkan. Saya bahkan dibuat terkejut berulang kali. Setiap membalikkan halaman saya selalu berpikir, “Ada kejutan apa lagi ya?” Pokoknya kesan thriller perpaduan romance didalam novel ini sangat kental dan disusun dengan sangat apik dan rapi. Konflik kisah cinta segi banyak yang ditampilkan pun mampu membuat perasaan saya campur aduk membayangkan ‘bagaimana ya endingnya?’

Dan saya dibuat sebal setengah jengkel dengan sikap Angel sewaktu semuanya kembali normal. Dugaan seperti ‘apakah ia akan kembali pada Azalea?’ membuat saya sedikit meradang. Ah..rupanya saya sudah masuk dalam ceritanya tanpa saya sadari. Saya bahkan dibuat geregetan sendiri saat membacanya. Saat Angel dan Elle berjalan sebelahan, namun Angel tetap tidak mengatakan hal apapun pada Elle. Memandangpun sepertinya ia tak sudi. Dan saya sempat berpikir ‘inikah akhir dari semuanya…Oh…No !!!’ Saya tidak rela.

Ada beberapa percakapan favorit yang saya temukan dalam novel ini, diantaranya :
“Harus kujelaskan dengan cara macam apa? Kau memahami bahasa manusia kan, Elle? Jadi, biar kuulang. Aku tak akan pergi karena itu berarti aku harus meninggalkanmu dan aku tidak mau!” (hal. 298)

“Bagi dunia ini mungkin kau hanya seseorang. Tapi, bagi seseorang, kau adalah dunianya. Dan orang itu adalah aku,” (hal. 298)

“Aku sudah bilang padamu bahwa aku mencintaimu. Sebegitu sulitkah mempercayai hal itu ?” (hal. 299)

Saya mau memakan novel itu lho saking gemesnya. Okay…saya tahu ini berlebihan. Namun saya ini maniak novel thriller perpaduan romance lho ! Jadi nggak heran kalau saya senyum-senyum sendiri waktu membaca percakapan itu. So sweet banget lah…istilahnya.

Soal endingnya. Ah…ini nih yang buat saya kecewa. Endingnya terlalu mudah ditebak. Padahal di halaman sebelumnya udah diterangin kalau Angel sekarang adalah mortal, tapi kok ya Elle lupa sih, sampai dia harus teriak-teriak nyuruh Angel pergi nggak jelas padahal Angel juga nggak akan pergi. Kenapa ? Ya…karena mortal itu tadi. Endingnya kurang twisted.
But, overall, saya sangat menikmati perjalanan Angel dan Elle dalam novel thriller perpaduan romance ini.

Kalau tadi percakapan favorit, sekarang kalimat favorit yang bisa dijadiin quotes :
“Bersembunyi di balik rasa bersalah jelas bukan cara ampuh untuk memperoleh jawaban.” (hal. 36)
“Manusia selalu berubah, apalagi setelah ditimpa banyak kejadian gila.” (hal. 156)
“Tidak berbuat sesuatu terasa lebih mengerikan daripada gagal melakukan sesuatu.” (hal. 174)
“Betapa menyakitkan jika harus menanggung cinta tak berbalas…” (hal. 226)
“Keajaiban berbeda dengan kemustahilan, bukan? Meski langka, keajaiban masih bisa terjadi. Berbeda dengan kemustahilan yang merupakan harga mutlak.” (hal. 228)

Dan ini yang terakhir. Saya memasukkan kak Ashara ke dalam list “Penulis Novel Indonesia” favorit saya. Saya sudah mengantongi sebanyak 3 penulis Indonesia yang karyanya mampu membuat saya berdecak kagum. Dan untuk selanjutnya…saya akan mencari dan membaca novel lagi agar list penulis novel favorit saya bertambah banyak *hehe. Okay…see you di review-review saya yang lainnya \(^-^)/

Review #9 Arassi

on Senin, 03 November 2014


Judul : Arassi
Nama Penulis : Icha Azania, dkk.
Penerbit : Ufuc Fiction
Penyunting : Nur Sofiyani
Pewajah Sampul : Apung Donggala
Pewajah Isi : Husni Kamal
Tanggal Terbit : Januari 2013
Edisi : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-18636-2-6





Sinopsis :
Dia seharusnya memberikan luka pada gadis itu. Bukan sebaliknya. Dia justru yang harus terluka karena tak mampu mengendalikan perasaannya. Konsekuensi yang harus ditanggung tidak main-main. Sayap malaikatnya, harus dicabut. Tapi beruntung, dia masih diberi kesempatan untuk berbagi cerita tentang kisah tragis yang harus dialaminya sebagai Malaikat Pemberi Luka.

Kisah karya para pemenang Sayembara Fantastic Fiction ini akan menenggelamkanmu ke dalam dunia yang penuh petualangan dan keindahan.
***
“Variasi kisah yang ditutur di sini menunjukkan kreativitas para penulis muda Indonesia.”
—Ken Budha, Penulis Shangri-La the Hidden City
“Kisah-kisah dalam buku ini mampu membuai saya ke dalam dunianya masing-masing dengan nyaman.”
—Ardani Persada, Penulis Vandaria Saga: Sang Penantang Takdir
“Setiap kisahnya bagaikan hadiah istimewa yang tak tergantikan.”
—Melody Violine, Penulis Vandaria Saga: Kristalisasi

Saya tidak akan berbasa-basi di sini. Nanti kalian bosan lagi kalau saya berteriak-teriak nggak jelas. Si maniak ini takutnya membuat kalian bosan. Langsung ke intinya aja ya *hehe. Yukk..yukk…check this out !!!

My Review :
Ini adalah buku kumpulan karya para pemenang Sayembara Fantastic Fiction. Dengan kekreatifan dan imajinasi terliar mereka dalam menulis sebuah karya fantasy yang mampu membawa pembaca masuk ke dalam ceritanya.

Nora Antoine — Icha Azania
“Untuk mendapatkan apa pun harus ada pengorbananya. Kesempatan hidup sekali lagi juga bukan hal sepele, ini sesuatu yang besar.” (hal.09)

Begitulah sepenggal percakapan yang terdapat dalam cerpen ini. Berkisah tentang seorang gadis yang mengalami system penghidupan kembali setelah mati. Namun ia tetap ingin menjadi dirinya sendiri dan bukannya orang lain.

Kembali — Sani Nurahayu
“Jika aku mati, apa yang akan kau lakukan?”
“Haha…kau ini! Aku hanya bercanda! Lagi pula keluargaku tidak memiliki riwayat penyakit aneh yang mematikan.”
“Jika kau mati, aku akan mencari cara untuk memutar waktu dan mengembalikanmu ke sisiku. Aku berjanji, Arga!”

Cerpen dengan alur maju dan mundur. Lebih banyak menampilkan flashback. Tentang Irish yang rela menukar nyawanya demi kekasihnya, Arga. Namun, keputusan yang ia ambil malah tak seperti yang diinginkannya. Ia tertipu dan semakin membuat kekasihnya menderita.

83845 — Angela Oscario
“Aku cinta kamu,” bisiknya. Dan aku membisikkan hal yang sama. Kami siap menghadapi apa pun… bersama…dalam cinta.

Apa jadinya kalau manusia malah dijadikan makhluk ternak tak berharga yang dipelihara oleh para robot. Menjadi manusia ternak di dalam peternakan, makan, tidur, bekerja atas kebaikan para robot. Inilah imajinasi liar yang lainnya, yang mampu membuat saya berdecak kagum. Penulis muda Indonesia memang TOP *hehe.

Wina The Witch — Ria Tumimomor
“Tipis kemungkinan untuk mendapatkan segala sesuatu yang kita harapkan.” (hal. 74)
“Jangan mudah terpesona akan segala sesuatu yang terlihat indah dari luar, Wina. Belajarlah melihat orang lain dari dalam hati mereka….” (hal. 75)

Wina, seorang gadis penyihir yang menuntut dirinya untuk bisa bergaul dengan Reina—gadis terpopuler di sekolahnya, namun gagal. Hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang cowok berkacamata bernama Phillips.

Apa Arti Kebebasan — Susanty Tandra
Namanya XT2217. Ia bukan robot, melainkan manusia. Seorang bocah berumur dua tahun yang fisiknya sudah matang bagaikan anak berumur dua belas tahun. Ia adalah bocah yang dijadikan untuk sebuah penelitian. Ia ingin bebas…namun hal yang ia inginkan rupanya jauh diluar apa yang ia bayangkan.

Jantung naga — Feby Anggra
Sigurd menginginkan temannya Filly untuk membantunya dalam sebuah misi untuk mendapatkan jantung naga. Namun apa jadinya kalau naga yang sedang mereka buru ternyata immortal dan menyukai romansa ?

Malaikat pemberi luka — Ginanjar Teguh Iman
Malaikat itu harusnya tak memunculkan perasaan ragu dan bimbang. Dia seharusnya memberikan luka, namun dia justru terluka karena tak mampu mengendalikan perasaannya. Sebuah kisah tentang perasaan jatuh cinta yang teramat dalam. Yang menyebabkan malaikat itu harus mengorbankan sayapnya untuk dicabut.

Arassi—Anggari Purnama Dewi
“Tidak ada yang bisa menyakiti sehebat cinta, tidak ada yang membuatnya merasa tercabik-cabik seperti ini.” (hal. 228)
“Malaikat bukannya tidak punya cinta, hanya saja ia memilih lebih fokus dan bekerja keras daripada merumitkan hidup dengan cinta yang terlalu banyak.” (hal.221)

Julian—malaikat perang yang dibentuk untuk tangguh dan tak terkalahkan, yang kaku dan sedingin es, yang sama sekali tak memiliki kelembutan apalagi perasaan, yang dulunya muak soal cinta kini mulai merasakan yang namanya jatuh cinta setelah sebuah kejadian membuat ia percaya kalau ternyata cinta itu begitu kuat.
***
Itulah beberapa cerpen yang terdapat dalam novel ini. Sebenarnya ada 15 cerpen. Tapi yang saya tulis cuma 8 cerpen. Bukannya membeda-bedakan. Tapi masak ya saya harus tulis semuanya. Nanti nggak seru dong ! Jadi saya pilih garis besarnya aja. Selebihnya di baca sendiri, dengan membelinya *hwehehe #Promosi.

Nice. Imajinasinya luar biasa hebat. Ini nih imajinasi terliar mereka. Berulang kali saya dibuat takjub dan merinding. Penulis muda Indonesia memang TOP lah. Tapi sayangnya tidak semua cerpen yang ada mampu membuat saya berkesan. It’s okay…saya tidak mengatakan itu jelek lho ya ! Mana mungkin memang lomba kalau cerpennya jelek. Tidak. Bukan begitu. Cerpennya bagus, idenya bahkan unik. Tapi…setiap orang kan punya penilaian masing-masing. Jadi, dari semuanya saya lebih suka yang terakhir. Judulnya Arassi.

“Katakan, apakah itu benar ?”
“Tidak.”
“Apakah itu benar?”
“Tidak.”
“Kau mencintaiku?”
“Tidak.”
“Apa kau mencintaiku?”
“Tidak sama sekali.”
“Apa kau mencintaiku?”
“Baiklah, itu benar.” (hal. 234)

Yup…sepenggal percakapan yang mampu membuat saya meleleh seketika. Okay…saya lebay. Tapi itu percakapan favorit saya di dalam cerpen Arassi. Penggambaran karakter para tokohnya juga sangat bervariasi. Menambah novel ini semakin menarik dan berbeda.

Sekarang saya mau komen kekurangannya. Yup…covernya. Saya tidak suka dengan covernya. Terlalu gelap dan nggak jelas. Iya saya tahu kalau gambarnya malaikat. Tapi wajahnya ya jangan gelap gitu dong ! Dulu awal-awal bimbang mau beli atau nggak. Soalnya covernya kurang menarik minat para pembaca. Tapi untungnya isi dalam cerpennya Amazing semua ! Nggak jadi kecewa deh. Overall, variasi kisah fantasy yang ada dalam novel ini buaguss banget ! I Like it.

Review #8 CEO KOPLAK!!! Gue Ogah Biasa, so Gue Kudu Gila!

on Sabtu, 01 November 2014


Judul : CEO KOPLAK!!!
Nama Penulis : @edi_akhiles
Penerbit : Laksana
Editor : Tim Koplak
Tata Sampul & Illustrasi : Agus Bledus
Tata Isi : Bambung Suwung
Pracetak : Wardi Bei
Tanggal Terbit : Maret 2013
Edisi : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-7723-55-9





Sinopsis :

#NoMainstream!
Identik dengan gila-koplak!
Buku cerita leadership ala CEO yang ganjil, ngakak, inspiratif: ternyata dunia professional bisa dibanting-banting sedemikian strong diversity, dan itu nampol muka banget. Pera pemimpin, professional, pebisnis, calon pengusaha, dan calon kepala atau anggota rumah tangga, baca deh buku kaya olah kreatif karikatur ini!

@edi_akhiles, calon dokter ini namanya diabadikan dalam Angkatan Sastra 2000. Merintis publishing (DIVA Press Group) sejak tahun 2001 dan jadi CEO-nya. Buku-buku bestseller-nya, antara lain Andai Aku Jalan Kaki, Thx for Auratmu, dan Rogoh Ah… Pengen ngekos di rumahnya? Klik: www.akhilesislion.blogspot.com Pengen pin BB-nya juga? Add: 1311kplk1977.
***
“Ada dua tipe manusia, orang biasa dan orang luar biasa (biasa keluar juga boleh, kok). Kalau tidak bisa jadi orang luar biasa, pilihlah jadi ‘orang gila’, karena ide-ide ‘orang gila’ terkadang jauh lebih luar biasa. Si bos koplak ini contohnya!”
@edikkoeswoyo,
penulis novel dan skenario.
“Gue selalu dibuat terpingkal-pingkal setiap baca tulisan beliau dan sekaligus ngerasa diajak berempati. Tulisan yang sangat cerdas! Susah ditiru!”
@rezanufa,
penulis novel dan penggemar filsafat.

“Buku CEO Koplak gilaakk abiiss…kereeennn…kreatif…inovatif, dan kawan-kawannya, menyadarkan gue kalo dunia akan terasa lebih sangat indah jika bisa BE MY SELF tanpa kekangan. Two tumbs up!”
@rara_3R,
penulis novel.

“Buku ini nyeritain ‘cara menyimpang’ leadership @edi_akhiles, CEO DIVA Press Group, yang out of the box, strong mainstream diversity, crazy top down which equals koplak satu koplak semua. XD *unyel-unyel*.”
@IenMyunk(Noey Moore),
penulis novel dan Putri Indonesia Jawa Tengah 2004.

“Orang yang mengira buku ini hanya main-main, sesungguhnya mereka hanya tidak ingin mengakui bagaimana buku ini telah berhasil mempermainkan logika dan hati mereka dengan begitu mudahnya.”
@herlinatiens,
penulis novel.

Hai ! ketemu lagi dengan saya. Si maniak yang cuek ini #hihi. Rada bosen ya ketemu sama saya ? #Iyaa…Jahat banget sih. Kali ini saya mau me-review buku gokil yang satu ini lho. Udah pada nggak sabar kan ? Yuk mari, cekidot !!

My review :
“Jangan jadi lalat dalam toples kaca: bebas terbang kesana-kemari seolah sudah melihat dunia, padahal ia hanya tetap ada di dalam toples itu. Lo kudu out of the box.” (hal.15)

Ini termasuk novel dengan genre gokil, lucu, humor, pokoknya semacam itulah. Isi ceritanya tentang kisah sehari-hari seorang CEO dari sebuah perusahaan publishing DIVA Press Group. Yup siapa lagi kalau bukan bang @edi_akhiles.

Ceritanya tentang kejadian paling gokil dalam hidupnya selama ia menjabat menjadi CEO. Tentang dirinya yang out of the box waktu bekerja #ApasihMaksudnya? Pada nggak ngerti ya ? Ya udah sini saja jelasin. Di dalam buku ini bang @edi_akhiles itu bukan termasuk orang yang pakai kemeja putih, rambut kelimis, pakai dasi, kaca mata bening, celana kombor. No, itu bukan gayanya.

Dibuku ini bang @edi_akhiles ogah biasa, jadi dia kudu gila. Mantap banget kan ! Pokonya ini buku bagus banget. Suwer ! Banyak hal di dalam buku ini yang menginspirasi saya. Terumata tentang dunia penulisan dan penerbitan. Bahwa ada juga lho penerbit yang mau nerbitin buku tapi harus bayar. Dan tanpa menyeleksi naskah, bisa terbit tapi pakek duit. Gila nggak tu ?

“ ‘Merasa pintar’ dan ‘merasa sudah jadi penulis’ adalah efek memuakkan dari pembunuhan terhadap masa depan mereka sendiri.” (hal.65)

“Publik luaslah yang akan menjadi hakim sempurna atas kapasitas lo sebagai penulis. Masyarakat luas itulah the real “intellectual community” yang bakal mutusin lo sudah layak jadi penulis top atau belum.” (hal.66)

Di dalam buku ini bang @edi_akhiles menceritakan keakraban dirinya dengan karyawan-karyawannya. Ini positif banget. Bahkan kadang beliau mengadakan nobar. Dengan nobar itulah, semua label formal antara pimpinan dan bawahan lepas, merobek tuntas batas-batas profesionalisme yang begitu kental di kantor. Tertawa bersama dengan kekonyolan dan kegilaan yang dibuat masing-masing orang.

“Menertawakan diri sendiri merupakan salah satu cara efektif untuk memasuki alam psikis orang lain.” (hal.133)

Ya, intinya ni buku bagus pakek banget dah. Idenya masih unik lagi. Menceritakan keseharian dalam bekerja dengan menampilkan sisi gokil yang bisa bikin ketawa para pembacanya. Tapi kok saya jarang ketawa ya waktu bacanya. Kesannya lurus-lurus aja gitu. Saya bahkan gregetan sendiri, dan berpikir mungkin ada kejutan di pertengahan. Tapi tetep nggak ada, cuma pada bagian akhir doang saya bisa ketawa, itu juga nggak ngakak-ngakak abis gitu. Padahal pengennya ketawa ngakak sampai perut rasanya sakit.
Meski buat saya buku ini kurang gokilnya, namun buku ini banyak sekali mengajarkan saya tentang bahwa kita harus out of the box kalau ingin berbeda.

“Kalau lo bisa berbeda sendiri dalam sebuah kumpulan, niscaya lo akan muncul ke permukaan. So, jika lo pengen jadi “pemuncul” dari keriuhan sebuah kelompok, lo kudu menampilkan sesuatu yang beda!”(hal.136)

Nah, itu lho ! Itu kuncinya. Kita harus menampilkan sesuatu yang beda. Asal jangan dandan kayak orang gila supaya kelihatan beda. Jangan lho ya !
Soal cover dan tampilan halamannya. Cukup bagus. Halaman demi halamannya di beri hiasan, yang enak dipandang mata. Jadi kesannya nggak polos gitu. Plusnya lagi adalah, ada ilustrasi gambar kayak komik gitu didalamnya.

Ada beberapa quotes yang saya suka dari buku ini, diantaranya :
1.      “Orang baru kagak akan pernah bisa gantiin orang lama, sebab setiap orang punya karakter dan sejarahnya sendiri-sendiri. Ini bukan lagi (seringkali buat gue) tentang kinerja, omset, dan kinerja. Bukan melulu itu. Ini tentang me and you = us!” (hal.77)
2.      “Orang tuh emang pada punya kecenderungan ngulik pikiran negatifnya sendiri, bahkan untuk hal yang sejatinya sangat sangat sangat kagak penting untuk dipeduliin.” (hal.139)
3.      “Gue nggak bakal pernah bisa beli kekariban, tetapi gue bisa menciptakannya dengan cara cara sederhana penuh kesan.” (hal.149)